Detail Cantuman Kembali

XML

Teknik Pengkondisian Operan dalam Meningkatkan Kedisiplinan pada Santri (Studi di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Kabupaten Lebak)


Pesantren merupakan tempat membina ilmu pengetahuan Agama Islam, dan yang terpenting lagi sebagai wadah membina tingkah laku seseorang menjadi berakhlak baik dan terpuji. Selain itu, pesantren juga merupakan salah satu lembaga untuk mengembangkan prestasi, maka muncul pesantren terfokus yang hanya mempelajari satu disiplin keilmuan. Tujuannya agar santri bisa terfokus pada disiplin keilmuan yang ada di pesantren. Namun meskipun sudah terfokus pada satu disiplin ilmu, masih saja ditemukan kendala atau masalah dalam proses pembelajaran. Santri yang mengalami masalah dalam kedisiplinan, dialami santri Pesantren Modern Darel Azhar. Hal ini ditandai dengan santri yang sering bolos bolos sekolah, merokok, melalaikan tugas dari guru, dan sering terlambat masuk sekolah. Masalah kedisiplinan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor baik intern maupun ekstern. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Apa bentuk-bentuk masalah dan faktor-faktor yang menyebabkan santri melanggar peraturan di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar? 2). Bagaimana penerapan teknik pengkondisian operan dalam mengatasi masalah kedisiplinan pada santri? 3). Bagaimana hasil penerapan teknik pengkondisian operan dalam mengatasi masalah kedisiplinan pada santri?. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Untuk mengetahui bentuk-bentuk masalah dan faktor-faktor yang menyebabkan santri melanggar peraturan di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar. 2). Untuk mengetahui pelaksanaan teknik pengkondisian operan dalam mengatasi masalah kedisiplinan pada santri Pondok Pesantren Modern Darel Azhar. 3). Untuk mengetahui hasil dari upaya yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik behavioral yang digunakan adalah pengkondisian operan. Dalam penelitian ini peneliti membagi dalam tujuh pertemuan yang dilaksanakan dalam 24 hari. Sebelum mendapatkan treatment santri mengalami masalah kedisiplinan, Setelah mendapatkan treatment dengan teknik pengkondisian operan menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan. Hasil penelitian yaitu santri mampu mengatur waktu-waktu belajar, santri lebih termotivasi dari sebelumnya, tugas selesai tepat waktu, dan lebih disiplin dari sebelumnya. Sehingga hasilnya santri bisa masuk sekolah tepat waktu, selalu mengerjakan tugas dari guru, tidak bolos sekolah, dan tidak kabur dari pesantren. Tetapi beberapa santri masih memiliki masalah kedisiplinan merokok karena merasa sudah kecanduan.
Haris Balya - Personal Name
SKRIPSI BKI 1144
2x7.34
Text
Indonesia
2020
serang
xvi + 120 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...