<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30822">
<titleInfo>
<title>Pemberdayaan Mayarakat Melalui Pengembangan Ekowisata Mangrove di Pesisir Pantai Pulau Cangkir Desa Kronjo Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KHAERUNNISA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemberdayan masyarakat ialah proses pembangunan yang membuat masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial dalam memperbaiki situasi dan kondisi menjadi lebih baik. Kelompok budidaya mangrove Pulau Cangkir merupakan salah satu kelompok yang bergerak dalam bidang pemberdaayaan yang terletak di pesisir pantai Pulau Cangkir Desa Kronjo. Pemberdayaan yang dilakukan ialah dengan mengembangkan ekowisata hutan mangrove yang diresmikan pada 7Maret 2018. Potensi alam dan budaya yang dimiliki oleh pesisir pantai Pulau Cangkir memberikan dampak positif bagi pembukaan lapangan pekerjaan baru dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga setempat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitianini adalah:1) Bagaimana bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pengembanganekowisata mangrove di Pesisir Pantai Pulau Cangkir?,2) Bagaimana strategipengembangan ekowisata mangrove di Pesisir Pantai Pulau Cangkir?,3) Bagaimanadampak dan faktor pendukung serta penghambat dalam pengembangan ekowisatamangrove di Pesisir Pantai Pulau Cangkir?.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan:1) Untuk mengetahui bentukpemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekowisata mangrove di PesisirPantai Pulau Cangkir,2) untuk mengetahuistrategi pengembangan ekowisatamangrove di Pesisir Pantai Pulau Cangkir3) untuk mengetahui dampak dan faktorpendukung serta penghambat dalam pengembangan ekowisata mangrove di PesisirPantai Pulau Cangkir.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan tujuanpeneliti ingin menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang terjadi ditempat penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Observasi,wawancara, dan dokumentasi. Selain itu sumber data yang digunakan untukmendukung kelancaran penelitian dengan menggunakan sumber data primer dansumber data sekunder. Teknik analisa data yang digunakan yaitu: reduksi data,penyajian data, dan verifikasi data.Hasil dari penelitian ditemukan terkait tentang bentuk pemberdayaanmasyarakat melalui pengembangan ekowisata yaituPertama,bentuk pemberdayaanekonomi dengan melakukan kegiatan yang dapat menunjang pendapatan masyarakat,dan yang Keduapemberdayaan lingkungan melalui penyadaran ekologis. Strategiyang dilakukan dalam mengembangkan ekowisata ialah meningkatkan partisipasimasyarakat, inovasi, mengembangkan sarana dan prasarana,serta melakukan strategiharga dan promosi agar dapat menarik pengunjung. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya ekowisata hutan mangrove yaitu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kelompok maupun warga sekitar kawasan ekowisata, sehingga timbul struktur perekonomian baru, dampak lainnya yang dirasakan ialah lingkungan masyarakat sekitar tidak lagi terkena abrasa air laut. Faktor pendukung pengembangan ekowisata salah satunya ialah keterlibatan yang baik antara pengurus dan anggota sedangkan salah satu faktor penghambatnya ialah fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai.</note>
<classification>307</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 323</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PMI 323</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 323</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30822</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 09:00:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 09:02:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>