<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30820">
<titleInfo>
<title>Representasi Interseksionalitas Penyandang Disabilitas dalam Film Miracle in Cell No. 7 Perspektif Maqasid Al-Syari'ah</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurul Padilah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 96 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian 
ini 
mengkaji representasi interseksionalitas 
penyandang disabilitas dalam film Miracle in Cell No. 7 versi 
Indonesia melalui pendekatan maqāṣid al-syarī’ah. Tokoh utama, 
Dodo Rozak, mencerminkan pengalaman diskriminasi berlapis yang 
dihadapi penyandang disabilitas akibat pertemuan antara kondisi fisik, 
status sosial, dan ketidaksetaraan hukum. Dengan menggabungkan 
pendekatan interseksionalitas dan Maqāṣid al-Syarī’ah, penelitian ini 
bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip-prinsip 
perlindungan dasar dalam Islam seperti hifẓ al-nafs (perlindungan 
jiwa), hifẓ al-‘aql (perlindungan akal), dan hifẓ al-nasl (perlindungan 
keturunan) diterapkan dalam perlakuan terhadap tokoh disabilitas. 
Metodologi yang digunakan adalah analisis kualitatif berbasis studi 
pustaka dan dokumentasi visual terhadap narasi film. Temuan 
penelitian menunjukkan bahwa film ini berhasil menampilkan 
ketidakadilan sistemik yang dialami penyandang disabilitas, sekaligus 
membuka ruang untuk refleksi normatif terhadap keadilan sosial 
menurut prinsip maqāṣid al-syarī’ah. Integrasi dua pendekatan ini 
tidak hanya memperluas pemahaman terhadap isu disabilitas, tetapi 
juga memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan studi 
Islam interdisipliner yang lebih inklusif.</note>
<subject authority=""><topic>Maqasid Syariah</topic></subject>
<classification>2x0.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS SII 013</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS SII 013</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS SII 013</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30820</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-20 15:44:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-20 15:53:40</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>