Detail Cantuman Kembali

XML

Meltdown dalam Perspektif Hadis (Studi Hadis Tematik)


Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena yang semakin marak pada kehidupan modern, Meltdown merupakan suatu gambaran emosi yang berlebihan hingga tidak terkendali.
Fenomena ini ditandai dengan luapan yang intens dan hilangnya kendali diri serta memicu terhadap
kesehatan mental seseorang dan menjadi topik yang relevan untuk dikaji secara detail termasuk dalam
perspektif hadis. Dalam islam ada hadis-hadis dan pemahaman yang membahas terkait dengan
meltdown. Oleh karenanya, meltdown tidak hanya penting dalam konteks psikologi modern, namun juga
memiliki relevansi yang kuat dan memperkaya pendekatan seseorang yang sehat secara emosional dan
spiritual dalam ajaran islam.
Terdapat tiga permasalahan yang penulis kaji: 1) bagaimana klasifikasi hadis-hadis tentang
meltdown? 2) bagaimana penjelasan ulama hadis tentang meltdown? 3) bagaimana pemaknaan dan
popularitas istilah meltdown pada era kekinian? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk
mengetahui klasifikasi hadis-hadis yang berkaitan dengan meltdown 2) untuk mengetahui penjelasan
ulama hadis tentang hadis meltdown 3) untuk mengetahui pemaknaan dan popularitas istilah meltdown
pada era kekinian.
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan kepustakaan (Library research). Penelitian ini menggunakan studi kajian hadis tematik
(Maudhu’i). Teknik pengumpulan data menggunakan gabungan yaitu metode grounded theory dan
metode deskriptif yang menghasilkan data-data tertulis dalam sebuah kitab, buku-buku, jurnal, artikel
dan karya ilmiah.
Klasifikasi hadis-hadis yang berkaitan dengan meltdown dikelompokan menjadi tiga. pertama,
Pengertian meltdown dalam hadis terdiri dari Hadis Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 5641 (pentingnya kesabaran),
Hadis Sunan At-Tirmidzī Nomor 2021 (menahan emosi). Kedua, yaitu Keutamaan pengendalian diri
pada meltdown. Hadis Musnad Aḥmad Nomor 6635 (menahan amarah), Hadis Sunan Ibnu Mᾱjah
Nomor 2341 (tidak menimbulkan bahaya), Hadis Ṣaḥīḥ Muslim Nomor 2999 (bersyukur), Hadis Ṣaḥīḥ
Bukhᾱrī Nomor 69 (mempermudah urusan). Ketiga, Manajemen meltdown dalam hadis. Hadis Ṣaḥīḥ
Bukhᾱrī Nomor 5672 (menjaga lisan), Hadis Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 6114 (pengendealian diri), Hadis
Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 6407 (berdzikir dan doa), Hadis Sunan Abu Dawud Nomor 4784 (berwudhu),
Hadis Sunan Ibnu Mᾱjah Nomor 4168 (kekuatan mental), Hadis Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 7405 (berpikir
positif). Ibnu Hajar memaknai meltdown sebagai luapan emosi berlebihan yang merupakan ujian
sekaligus anugerah dari Allah untuk melatih pengendalian diri sesuai ajaran Nabi. Emosi negatif seperti
kecemasan dan keraguan, jika dihadapi dengan sabar dan doa dapat menjadi penghapus dosa dan
sumber pahala. Mengendalikan diri saat mengalami meltdown adalah tindakan yang mulia karena
menghindarkan dari dosa, mendatangkan rahmat Allah. Cara mengelola meltdown menurut ajaran Islam
dengan menjaga lisan, menahan amarah, berdiam diri, berdzikir, berwudhu. Kini, pemahaman tentang
meltdown mencakup kondisi kehilangan kendali akibat tekanan emosional dan sensorik, yang
menekankan pentingnya kontrol diri dan solusi spiritual. Meltdown bukan hanya peristiwa emosional,
tapi juga batas ketahanan manusia yang bisa menjadi landasan spiritual dalam pengelolaan emosi.
Vina Najariah - Personal Name
SKRIPSI IH 152
2x2.3
Text
Indonesia
2025
serang
xx + 87 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...