<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30803">
<titleInfo>
<title>Meltdown dalam Perspektif Hadis (Studi Hadis Tematik)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Vina Najariah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xx + 87 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena yang semakin marak pada kehidupan modern, Meltdown merupakan suatu gambaran emosi yang berlebihan hingga tidak terkendali. 
Fenomena ini ditandai dengan luapan yang intens dan hilangnya kendali diri serta memicu terhadap 
kesehatan mental seseorang dan menjadi topik yang relevan untuk dikaji secara detail termasuk dalam 
perspektif hadis. Dalam islam ada hadis-hadis dan pemahaman yang membahas terkait dengan 
meltdown. Oleh karenanya, meltdown tidak hanya penting dalam konteks psikologi modern, namun juga 
memiliki relevansi yang kuat dan memperkaya pendekatan seseorang yang sehat secara emosional dan 
spiritual dalam ajaran islam. 
Terdapat tiga permasalahan yang penulis kaji: 1) bagaimana klasifikasi hadis-hadis tentang 
meltdown? 2) bagaimana penjelasan ulama hadis tentang meltdown? 3) bagaimana pemaknaan dan 
popularitas istilah meltdown pada era kekinian? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk 
mengetahui klasifikasi hadis-hadis yang berkaitan dengan meltdown 2) untuk mengetahui penjelasan 
ulama hadis tentang hadis meltdown 3) untuk mengetahui pemaknaan dan popularitas istilah meltdown 
pada era kekinian.  
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan 
pendekatan kepustakaan (Library research). Penelitian ini menggunakan studi kajian hadis tematik 
(Maudhu’i). Teknik pengumpulan data menggunakan gabungan yaitu metode grounded theory dan 
metode deskriptif yang menghasilkan data-data tertulis dalam sebuah kitab, buku-buku, jurnal, artikel 
dan karya ilmiah.  
Klasifikasi hadis-hadis yang berkaitan dengan meltdown dikelompokan menjadi tiga. pertama, 
Pengertian meltdown dalam hadis terdiri dari Hadis Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 5641 (pentingnya kesabaran), 
Hadis Sunan At-Tirmidzī Nomor 2021 (menahan emosi). Kedua, yaitu Keutamaan pengendalian diri 
pada meltdown. Hadis Musnad Aḥmad Nomor 6635 (menahan amarah), Hadis Sunan Ibnu Mᾱjah 
Nomor 2341 (tidak menimbulkan bahaya), Hadis Ṣaḥīḥ Muslim Nomor 2999  (bersyukur), Hadis Ṣaḥīḥ 
Bukhᾱrī Nomor 69 (mempermudah urusan). Ketiga, Manajemen meltdown dalam hadis. Hadis Ṣaḥīḥ 
Bukhᾱrī Nomor 5672 (menjaga lisan), Hadis Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 6114 (pengendealian diri), Hadis 
Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 6407 (berdzikir dan doa), Hadis Sunan Abu Dawud Nomor 4784 (berwudhu), 
Hadis Sunan Ibnu Mᾱjah Nomor 4168 (kekuatan mental), Hadis Ṣaḥīḥ Bukhᾱrī Nomor 7405 (berpikir 
positif). Ibnu Hajar memaknai meltdown sebagai luapan emosi berlebihan yang merupakan ujian 
sekaligus anugerah dari Allah untuk melatih pengendalian diri sesuai ajaran Nabi. Emosi negatif seperti 
kecemasan dan keraguan, jika dihadapi dengan sabar dan doa dapat menjadi penghapus dosa dan 
sumber pahala. Mengendalikan diri saat mengalami meltdown adalah tindakan yang mulia karena 
menghindarkan dari dosa, mendatangkan rahmat Allah. Cara mengelola meltdown menurut ajaran Islam 
dengan menjaga lisan, menahan amarah, berdiam diri, berdzikir, berwudhu. Kini, pemahaman tentang 
meltdown mencakup kondisi kehilangan kendali akibat tekanan emosional dan sensorik, yang 
menekankan pentingnya kontrol diri dan solusi spiritual. Meltdown bukan hanya peristiwa emosional, 
tapi juga batas ketahanan manusia yang bisa menjadi landasan spiritual dalam pengelolaan emosi.</note>
<classification>2x2.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 152</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 152</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 152</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30803</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 11:04:38</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 11:04:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>