Detail Cantuman Kembali

XML

Memaknai Dzikir Khofī dalam Peningkatan Keimanan (Study tentang Ayat Dzikir dalam Kitab Tafsīr At-Ta’wīlāt An-Najmiyyah Fī At-Tafsīr Al-Isyārī Aṣ-ṣūfi)


Setiap manusia memiliki kesibukannya masing-masing, akan tetapi apapun kesibukannya tidak boleh membuat lupa kepada Allah, karena di dalam Al-Qur‘an Allah memerintahkan kepada hambanya untuk berdzikir (mengingat Allah) sebanyak-banyaknya (̇Ẓikrān-kaṣirān), dalam keadaan apapun dimanapun, baik sedang berdiri, duduk, atau berbaring (QS. An-Nisa: 103). Sayangnya, banyak yang mengira bahwa dzikir hanya bisa dilakukan di waktu dan tempat tertentu saja, sehingga kesibukan sering menghalanginya untuk berdzikir. Padahal, dzikir dapat dilakukan kapan saja melalui hati (qolbu), dzikir inilah yang disebut dengan dzikir khofi. Kemudian dengan melanggengkan dzikir, keimanan seorang hamba akan bertambah. Dzikir khofi ini salahsatu praktik dalam ajaran tarekat, termasuk diantaranya tarekat Kubrawiyyah yang didirikan oleh Syeh Najmuddin Al-Kubrā. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana pengertian dzikir khofi menurut penafsiran Syekh Najmuddīn Al-Kubrā? 2). Bagaimana hubungan antara dzikir khofi dengan peningkatan keimanan?, kemudian metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan library reseach, yaitu peneliti menggunakan bahan pustaka sebagai sumber data utamanya, dengan menggunakan sumber data primer dan skunder. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai dzikir khofī (dzikir yang dilakukan dalam hati atau dengan cara tersembunyi) dalam peningkatan keimanan, dengan fokus pada ayat-ayat yang berkaitan dengan dzikir dalam kitab tafsir At-Ta‟wīlāt an-Najmiyyah fī at-Tafsīr al-Isyārī Aṣ-Ṣūfī. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dzikir khofi menurut Najmuddīn al Kubrā adalah bentuk dzikir hati yang dilakukan secara tersembunyi penuh keikhlasan, dan tanpa pamer. Dzikir ini memiliki peran penting dalam perjalanan spiritual manusia yang memperkuat kesadaran diri dengan kehadiran Allah. Selain itu dzikir ini memiliki pengaruh besar dalam peningkatan keimanan seorang muslim, karena ketika mengingat Allah dalam hati, akan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dan amal soleh sehingga meningkat keimanannya. Dzikir adalah alat untuk mengusir setan, oleh karena itu orang yang gaflah, lalai akan mengingat Allah, hatinya akan mudah terpengaruh oleh setan dan mendorongnya untuk melakukan maksiat, karena itulah berkurangnya keimanan.
Munawaroh - Personal Name
SKRIPSI IAT 664
2x1.3
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 80 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...