<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30764">
<titleInfo>
<title>Roasting dalam Perspektif Hadis (Studi Hadis Tematik)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Adelia Lutfiani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 177 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Roasting merupakan fenomena yang sedang populer dalam dunia hiburan. Roasting biasanya sering dilakukan oleh banyak orang dalam bercanda, dengan cara mengolok-olok kekurangan atau aib yang ada pada pribadi seseorang. Namun pada kenyataannya, bercanda dengan mengumbar aib secara pribadi merupakan perilaku yang tidak wajar bahkan dilarang dalam Islam. Selain itu, roasting yang dilakukan dengan mengumbar aib orang lain seringkali menjadi boomerang dan menyebabkan perselisihan. Ketika sindirian yang disampaikan terlalu tajam hingga menyentuh harga diri seseorang, maka reaksi yang munculpun tidak akan menyenangkan dan target roast merasa tersinggung atau dipermalukan. Ini terutama berlaku di kalangan generasi muda yang terlibat dalam roasting tanpa sepenuhnya mempertimbangkan konsekuensi dari perbuatan mereka. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dalam Islam karena tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hadis-hadis terkait roasting? dan bagaimana pendapat ulama terkait hadis-hadis roasting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hadis-hadis yang relevan dengan roasting dan mengetahui bagaimana pandangan ulama terkait hadis-hadis roasting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian kualitatif dan studi kajian hadis tematik serta menggunakan metode grounded theory dalam proses pengumpulan hadis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 hadis dan dikelompokkan dalam sub tema utama penelitian, 1) Unsur-unsur roasting yang di dalamnya terdapat 5 hadis, yaitu Ṣaḥīḥ al-Bukhāri 6044, Ṣaḥīḥ al-Bukhāri 6064, Musnad Aḥmad 920, Sunan Abī Dāwud 4875, dan Ṣaḥīḥ al-Bukhāri 6069. 2) Dampak roasting yang terdiri dari 6 hadis, yaitu Ṣaḥīḥ Muslim 2564, Sunan al Tirmiżi 1977, Musnad Aḥmad-9220, Ṣaḥīḥ al-Bukhāri-6478, Ṣaḥīḥ Muslim 2581, Sunan al-Tirmiżi 2032, dan Musnad Aḥmad 7849. 3) Upaya pencegahan roasting yang terdiri dari 4 hadis, yaitu Ṣaḥīḥ al-Bukhāri 6138, Ṣaḥīḥ Muslim 2699, Sunan Abī Dāwud 4084, dan Sunan al-Tirmiżi 2317. Sehubungan dengan hadis-hadis di atas, ajaran Islam menekankan pentingnya menjaga batasan-batasan dalam bercanda. Menurut para ulama, terdapat dua hal dalam bercanda yaitu bercanda yang baik dan tercela. Roasting termasuk dalam candaan yang tercela karena terdapat unsur mengolok-olok di dalamnya. Selain itu, roasting mungkin dianggap sebagai bentuk hiburan oleh sebagian orang, akan tetapi candaan yang disampaikan seringkali menimbulkan kerugian daripada manfaat.</note>
<classification>2x2.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 150</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IH 150</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IH 150</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30764</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-13 14:18:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-13 14:18:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>