Detail Cantuman Kembali

XML

Politik Inklusif Partai Nasional Indonesia (PNI) Pada Awal Kebangkitan Nasionalisme Tahun 1928-1931


Partai Nasional Indonesia (PNI) merupakan organisasi politik yang didirikan oleh Soekarno dan teman-temannya di Algemeene Studie Club pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung. PNI mengusung ideologi nasionalisme dengan tujuan utama mencapai kemerdekaan Indonesia melalui jalur nonkooperatif. Dalam perjalanannya, PNI menerapkan strategi politik inklusif untuk merangkul berbagai golongan masyarakat guna menghimpun massa dan memperluas kesadaran nasionalisme. Politik inklusif ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kebangkitan nasionalisme pada periode 1928-1931. Berdasarkan Latar Belakang diatas, Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Bagaimana Latar Belakang Berdirinya Partai Nasional Indonesia? (2). Bagaimana Strategi dan Taktik Politik Inklusif PNI Tahun 1928-1931? (3). Bagaimana Reaksi Pemerintah Kolonial dan Dampak Politik Inklusif PNI Tahun 1928-1931? Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Untuk Mengetahui Latar Belakang Berdirinya Partai Nasional Indonesia (2). Untuk Mengetahui Strategi dan Taktik Politik Inklusif PNI Tahun 1928-1931 (3). Untuk Mengetahui Reaksi Pemerintah Kolonial dan Dampak Politik Inklusif PNI Tahun 1928-1931. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Tahapannya meliputi heuristik (Pengumpulan sumber dari berbagai arsip, dokumen, dan literatur terkait), verifikasi (Kritik Sumber untuk memastikan keabsahan dan keandalan data), interpretasi (Analisis data untuk memahami konteks historis dan kaitannya dengan politik inklusif PNI.), dan historiografi (Penulisan sejarah berdasarkan hasil analisis). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Partai Nasional Indonesia (PNI) lahir pada tahun 1927 sebagai respons terhadap kesadaran nasional yang tumbuh akibat Politik Etis dan kebutuhan akan suatu wadah yang mampu menampung semua golongan. Dengan visi nasionalisme inklusif, PNI menyatukan berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang. Melalui strategi seperti boikot, rapat umum, dan pendidikan politik, PNI berhasil memobilisasi massa dan memperkuat nasionalisme. Meskipun menghadapi represi kolonial, semangat PNI tetap hidup melalui organisasi penerus seperti Partindo dan PNI Baru, meninggalkan warisan penting berupa ide persatuan bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Saripulloh - Personal Name
SKRIPSI SPI 663
903
Text
Indonesia
2025
serang
xiv + 104 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...