Detail Cantuman Kembali
Etnografi Komunikasi dalam Tradisi Nadran di Daerah Pesisir (Studi Deskriptif Masyarakat Nelayan di Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang)
Pesisir pantai memiliki makna penting bagi masyarakat, hal ini
disebabkan oleh ketergantungan sebagian masyarakat terhadap hasil laut sebagai
sumber kehidupan utama. Sebagai Ungkapan rasa syukur atas berkah yang
diterima, masyarakat nelayan Sidamukti menggelar ritual Nadran atau tasyakuran
laut. Masyarakat Desa Sidamukti dapat diklasifikasikan sebagai komunitas
dengan dominasi sinkretisme Islam yang mencerminkan pluralitas dan dinamika
kehidupan keagamaan dan budaya di wilayah. Berdasarkan latar belakang, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana situasi komunikatif
yang terjadi pada tradisi Nadran di Kecamatan Sukaresmi? (2) Bagaimana
peristiwa komunikatif yang terjadi pada tradisi Nadran di Kecamatan Sukaresmi?
(3) Bagaimana tindak komunikatif yang terjadi pada tradisi Nadran di Kecamatan
Sukaresmi?. Berdasarkan uraian rumusan masalah, maka penelitian memiliki
tujuan yaitu: (1) Untuk mengetahui situasi komunikatif yang terjadi pada tradisi
Nadran di Kecamatan Sukaresmi, (2) Untuk mengetahui peristiwa komunikatif
yang terjadi pada tradisi Nadran di Kecamatan Sukaresmi, (3) Untuk mengetahui
tindak komunikatif yang terjadi pada tradisi Nadran di Kecamatan Sukaresmi.
Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian adalah deskriptif dengan
pendekatan kualitatif, yang di rancang untuk memperoleh informasi serta tujuan
dari penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh
peneliti, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Tradisi Nadran di Desa
Sidamukti merupakan tradisi Yang telah berlangsung secara turun-temurun di
kalangan masyarakat nelayan, mencakup berbagai aspek komunikatif mulai dari
komunikasi antar manusia dengan tuhan melalui mantra, komunikasi simbolik
dengan pengalungan sesaji makanan, selanjutnya komunikasi antar generasi yang
menjaga keseimbangan dalam melestarikan budaya. (2) Tradisi Nadran, sebagai
bentuk upacara adat dan Ritual keagamaan, mencerminkan berbagai komponen
Peristiwa komunikatif, seperti tipe peristiwa, topik, fungsi, Partisipan, dan bentuk
pesan yang disampaikan. Komunikasi dalam tradisi ini melibatkan pesan verbal,
Nonverbal, serta simbolik yang menyampaikan nilai-nilai Spiritual, sosial, dan
kultural, serta menjaga keharmonisan Antara manusia dengan alam, khususnya
laut. (3) tindak komunikatif dalam tradisi Nadran pemahaman masyarakat
Nelayan akan norma, nilai, dan kaidah budaya sangat penting Dalam
pelaksanaannya. Tokoh masyarakat dan peserta harus memahami do’a dan isi
mantra agar tujuannya tercapai sehingga memberikan bentuk syukur kepada Allah
SWT.
Suhendra - Personal Name
SKRIPSI KPI 1112
301
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xvi + 103 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







