Detail Cantuman Kembali

XML

تحويل الشفرة و تخليطها في كلام طالبات مركز شهامة لدراسة العقيدة واللغة العربية (دراسات لغوية اجتماعية)


Penelitian tentang alih kode dan campur kode di sebuah asrama bermanfaat
untuk memahami bagaimana strategi berbahasa digunakan dalam interaksi sosial antar
penghuni yang berasal dari latar belakang berbeda. Dengan mengetahui pola-pola
kebahasaan tersebut, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan
kajian sosiolinguistik, serta menjadi acuan dalam menciptakan komunikasi yang lebih
efektif, harmonis, dan inklusif di lingkungan multibahasa seperti asrama. Metodologi
yang digunakan adalah kualitatif dan sosiologis, dan metode yang digunakan adalah
observasi, perpustakaan, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah simak dan cakap. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori
sosiolinguistik Dell Hymes melalui kerangka SPEAKING (latar dan adegan, partisipan,
tujuan, urutan tindakan, kunci, perangkat, norma, dan genre).
Fenomena alih kode dan campur kode merupakan bagian tak terpisahkan dari
dinamika komunikasi di lingkungan multibahasa, seperti di sebuah asrama yang dihuni
oleh penghuni dari latar belakang bahasa yang beragam. Dalam konteks ini, interaksi
sehari-hari sering kali memunculkan pergeseran dan pencampuran bahasa sebagai
strategi untuk menyesuaikan diri, mempererat hubungan sosial, serta menyampaikan
makna secara lebih efektif. Keberagaman latar belakang daerah, etnis, dan pendidikan
para penghuni asrama menjadi faktor penting yang mendorong terjadinya alih kode dan
campur kode, baik secara sadar maupun tidak sadar. Oleh karena itu, penelitian ini
penting untuk mengungkap bagaimana bentuk-bentuk alih kode dan campur kode
terjadi, serta apa fungsi dan makna sosial yang terkandung di dalamnya dalam
kehidupan berasrama. Serta memberi manfaat bagi pengembangan ilmu kebahasaan,
khususnya dalam ranah sosiolinguistik dan pendidikan bahasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 percakapan yang
mengandung alih kode dan 5 percakapan yang mengandung campur kode, dengan total
12 contoh percakapan yang dianalisis. Alih kode dan campur kode ditemukan dalam
berbagai konteks, seperti di lingkungan kamar mandi, dapur, aula, dan kamar asrama,
serta dalam situasi kajian, persiapan sholat, rapat, maupun percakapan santai. Nada
tutur cenderung santai, dan bentuk komunikasi yang digunakan meliputi ceramah dan
diskusi ringan. Faktor situasional, seperti waktu, tempat, dan tujuan percakapan, sangat
memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Dalam percakapan yang
mengandung alih kode, terdapat 28 peserta, sedangkan dalam campur kode terdapat 21
peserta. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode meliputi penyesuaian
bahasa dengan lawan bicara, perubahan topik, penyampaian pesan dari pihak ketiga,
ekspresi emosi, hingga penghormatan terhadap lawan tutur. Sementara itu, campur kode
dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa, penyisipan kata dari bahasa lain (Arab ke
Indonesia), serta latar belakang sosial dan kebahasaan santri yang beragam.
Penggunaan campur kode juga dipengaruhi oleh tujuan pragmatis, seperti ingin
mencairkan suasana, melucu, atau memberikan kesan lebih akrab dan bergengsi dalam
percakapan.
Izzatuzzahwa Zahida - Personal Name
SKRIPSI BSA 496
492
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xvi + 93 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...