<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30705">
<titleInfo>
<title>تحويل الشفرة و تخليطها في كلام طالبات مركز شهامة لدراسة العقيدة واللغة العربية (دراسات لغوية اجتماعية)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Izzatuzzahwa Zahida</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 93 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian tentang alih kode dan campur kode di sebuah asrama bermanfaat 
untuk memahami bagaimana strategi berbahasa digunakan dalam interaksi sosial antar 
penghuni yang berasal dari latar belakang berbeda. Dengan mengetahui pola-pola 
kebahasaan tersebut, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan 
kajian sosiolinguistik, serta menjadi acuan dalam menciptakan komunikasi yang lebih 
efektif, harmonis, dan inklusif di lingkungan multibahasa seperti asrama. Metodologi 
yang digunakan adalah kualitatif dan sosiologis, dan metode yang digunakan adalah 
observasi, perpustakaan, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang 
digunakan adalah simak dan cakap. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori 
sosiolinguistik Dell Hymes melalui kerangka SPEAKING (latar dan adegan, partisipan, 
tujuan, urutan tindakan, kunci, perangkat, norma, dan genre). 
Fenomena alih kode dan campur kode merupakan bagian tak terpisahkan dari 
dinamika komunikasi di lingkungan multibahasa, seperti di sebuah asrama yang dihuni 
oleh penghuni dari latar belakang bahasa yang beragam. Dalam konteks ini, interaksi 
sehari-hari sering kali memunculkan pergeseran dan pencampuran bahasa sebagai 
strategi untuk menyesuaikan diri, mempererat hubungan sosial, serta menyampaikan 
makna secara lebih efektif. Keberagaman latar belakang daerah, etnis, dan pendidikan 
para penghuni asrama menjadi faktor penting yang mendorong terjadinya alih kode dan 
campur kode, baik secara sadar maupun tidak sadar. Oleh karena itu, penelitian ini 
penting untuk mengungkap bagaimana bentuk-bentuk alih kode dan campur kode 
terjadi, serta apa fungsi dan makna sosial yang terkandung di dalamnya dalam 
kehidupan berasrama. Serta memberi manfaat bagi pengembangan ilmu kebahasaan, 
khususnya dalam ranah sosiolinguistik dan pendidikan bahasa. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 percakapan yang 
mengandung alih kode dan 5 percakapan yang mengandung campur kode, dengan total 
12 contoh percakapan yang dianalisis. Alih kode dan campur kode ditemukan dalam 
berbagai konteks, seperti di lingkungan kamar mandi, dapur, aula, dan kamar asrama, 
serta dalam situasi kajian, persiapan sholat, rapat, maupun percakapan santai. Nada 
tutur cenderung santai, dan bentuk komunikasi yang digunakan meliputi ceramah dan 
diskusi ringan. Faktor situasional, seperti waktu, tempat, dan tujuan percakapan, sangat 
memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode. Dalam percakapan yang 
mengandung alih kode, terdapat 28 peserta, sedangkan dalam campur kode terdapat 21 
peserta. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode meliputi penyesuaian 
bahasa dengan lawan bicara, perubahan topik, penyampaian pesan dari pihak ketiga, 
ekspresi emosi, hingga penghormatan terhadap lawan tutur. Sementara itu, campur kode 
dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa, penyisipan kata dari bahasa lain (Arab ke 
Indonesia), serta latar belakang sosial dan kebahasaan santri yang beragam. 
Penggunaan campur kode juga dipengaruhi oleh tujuan pragmatis, seperti ingin 
mencairkan suasana, melucu, atau memberikan kesan lebih akrab dan bergengsi dalam 
percakapan.</note>
<subject authority=""><topic>Alih kode</topic></subject>
<classification>492</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 496</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 496</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 496</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30705</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-05 11:10:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-05 11:32:06</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>