<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30683">
<titleInfo>
<title>Uji Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dengan Menggunakan Metode Segitiga Siku-siku dari Bayangan Matahari (Studi Masjid-masjid Kecamatan Cadasari Kab. Pandeglang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nihayatul Fadillah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 100 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kiblat merupakan sebuah arah yang dituju umat Islam untuk melaksanakan ibadah. Ketepatan dalam penentuan arah kiblat harus diperhatikan dengan sangat teliti karena hal ini menyangkut kepada sah nya suatu ibadah. Pengkalibrasian arah kiblat merupakan sebuah langkah awal yang tepat dengan menganalisis situasi berdasarkan data-data yang ada di lapangan, hingga dapat dipastikan bahwa arah kiblat tersebut sudah akurat menghadap Ka’bah. Fakta di lapangan didapatkan data bahwa arah kiblat masjid di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang masih banyak yang belum akurat menghadap ke arah Ka’bah. Oleh karena itu, penelitian kali ini bermaksud untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan tersebut melalui pengujian atau perhitungan dengan mengkalibrasi kembali arah kiblat masjid menggunakan metode perhitungan segitiga siku-siku dari bayangan matahari. Metode ini tergolong sangat praktis karena cukup dengan memanfaatkan posisi matahari yang kemudian akan ditarik bayangannya sebagai acuan untuk menghitung selisih antara arah kiblat masjid dengan arah kiblat yang sebenarnya. Penelitian ini dilakukan dengan berpedoman pada teknik penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan sepuluh masjid di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang sebagai sampel. Hasil penelitian dari total sepuluh sampel masjid didapatkan bahwa kemelencengan terkecil hanya dimiliki oleh dua masjid, yakni Masjid Jami Al-Bina dan Masjid Jami Al-Istikmal dengan nilai kemelencengan 2˚17’26,2” ke selatan dari arah kiblat yang sebenarnya. Untuk kemelencengan terbesar berada pada Masjid Jami Al-Hikmah dengan nilai kemelencengan sejauh 15˚6’34,47” ke arah selatan dari arah kiblat sebenarnya (Ka’bah). Kemelencengan ini disebabkan akibat adanya penggunaan metode pengukuran sebelumnya yang mengandalkan hasil perhitungan kompas tanpa memperhitungkan kembali adanya deviasi antara titik utara kompas dengan titik utara sejati.</note>
<classification>2x5.4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 669</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 669</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 669</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30683</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-31 12:29:02</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-31 12:29:16</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>