<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30679">
<titleInfo>
<title>Kritik Terhadap Konsep Law Of Attraction Rhonda Byrne Dalam Perspektif Epistemologi Islam Al-Jabiri</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Salsabila Firdausa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 128 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh popularitas konsep Law of Attraction yang menimbulkan pro-kontra, khususnya dari perspektif Islam. Law of Attraction menekankan kekuatan pikiran dan perasaan positif sebagai magnet untuk menarik realitas, namun banyak kritik muncul terkait klaim subjektif dan ketidaksesuaian dengan prinsip tauhid. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis struktur dasar Law of Attraction Rhonda Byrne dan menilai kesesuaiannya dengan epistemologi Islam menurut kerangka al-Jābirī, yang meliputi pendekatan bayānī (teksual), burhānī (rasional-empiris), dan irfānī (mistik). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan teknik pengumpulan data melalui telaah literatur dan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Struktur dasar Law of Attraction yakni ask dan believe dalam Law of Attraction lebih dekat dengan pendekatan irfānī karena menekankan pengalaman batin dan keyakinan subjektif, sementara tahap receive secara ideal berkaitan dengan burhānī yang menuntut pembuktian rasional dan empiris (2)Penelitian ini tidak menolak seluruh kerangka epistemologi al-Jābirī, melainkan menegaskan pentingnya sikap kritis dan selektif. Nilai-nilai positif seperti optimisme, usaha, dan prasangka baik dapat diambil dari Law of Attraction selama tetap berada dalam koridor tauhid, berpegang pada wahyu, serta disertai usaha nyata dan evaluasi rasional sebagaimana tuntunan Islam.Kontribusi penelitian ini adalah memberikan kritik ilmiah terhadap konsep Law of Attraction dan menawarkan edukasi kritis agar masyarakat lebih selektif dalam menerima konsep spiritual populer.</note>
<classification>205</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS SII 009</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS SII 009</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS SII 009</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30679</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-30 15:11:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-03 18:29:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>