Detail Cantuman Kembali
Studi Analisis Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dengan Metode Segitiga Siku-siku Bayangan Matahari di Kabupaten Pandeglang (Studi Kasus di Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Banten)
Arah kiblat merupakan faktor krusial dalam pelaksanaan ibadah shalat, sehingga ketepatannya harus dipastikan dengan metode yang akurat. Namun, di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, masih terdapat banyak masjid yang belum melalui proses kalibrasi arah kiblat secara tepat. Sebagian besar hanya mengandalkan perkiraan sederhana, seperti posisi matahari terbenam atau orientasi bangunan lama, yang berpotensi menyebabkan penyimpangan arah. Penyimpangan ini dapat berdampak pada kesempurnaan ibadah shalat. Oleh karena itu, metode segitiga siku-siku bayangan matahari menjadi solusi yang tepat karena lebih sederhana, akurat, dan tidak bergantung pada teknologi canggih untuk memastikan keakuratan arah kiblat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana Pengukuran Arah Kiblat Masjid-Masjid di kecamatan Panimbang? 2. Bagaimana Tingkat Akurasi Arah Kiblat Masjid dengan Metode Segitiga Siku Siku Bayangan Matahari? Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui Pengukuran Arah Kiblat Masjid-Masjid di kecamatan Panimbang. 2. Untuk mengetahui Tingkat Akurasi Arah Kiblat Masjid dengan Metode Segitiga Siku Siku Bayangan Matahari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian studi kasus atau field research, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pengukuran arah kiblat di masjid-masjid Kecamatan Panimbang dari sepuluh sampel semuanya menggunakan alat kompas. Dari hasil penentuan arah kiblat dengan menggunakan Kompas ini memiliki nilai kemelencengan yang bervariasi. Meskipun tidak ada pengukuran resmi yang dilakukan saat pendirian Masjid. 2. Hasil perhitungan arah kiblat dengan metode segitiga siku-siku bayangan matahari di beberapa masjid di Kecamatan Panimbang menunjukkan variasi tingkat kemelencengan. Masjid Al-Ikhlas, yang didirikan pada 1960, memiliki kemelencengan terbesar (14° 49’ 24,61”), sementara Masjid Baiturrohman memiliki kemelencengan terkecil (0° 13’ 32,06”). Dari sepuluh masjid yang diteliti, hanya tiga masjid yang dianggap akurat, yaitu Masjid Baiturrohman di Desa Mekarsari, Kp. Babakan Kiara, dan Kp. Neglasari. Tujuh masjid lainnya tidak tepat menghadap Ka’bah.
Syamsul Ma'arif - Personal Name
SKRIPSI HKI 667
2x5.4
Text
Indonesia
2025
serang
xiv + 91 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







