<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30657">
<titleInfo>
<title>Determinisme dan Kehendak Bebas:</title>
<subTitle>Studi Perbandingan Konsep Stoikisme dan Asy'ariyah</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Melisa Ania Zulita</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 107 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini di latar belakangi oleh perdebatan antara determinisme dan kehendak bebas telah menjadi isu klasik yang terus relevan dalam wacana filsafat dan teologi. Dua pemikiran yang menonjol dalam hal ini adalah Stoikisme dan Asy’ariyah, yang keduanya menawarkan perspektif berbeda namun saling melengkapi dalam memahami hubungan antara takdir dan kebebasan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep determinisme dan kehendak bebas dalam pandangan Stoikisme dan Asy’ariyah, dengan fokus pada dimensi doktrinal, filosofis, dan teologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa Stoikisme memandang manusia tunduk pada logos yang rasional, namun tetap mengakui kebebasan manusia melalui konsep dikotomi kendali dan amor fati, yakni penerimaan penuh kesadaran terhadap takdir yang tidak dapat diubah. Di sisi lain, Asy’ariyah menekankan bahwa segala sesuatu, termasuk perbuatan manusia, berada dalam cakupan qadha dan qadhar Allah. Meski demikian, melalui konsep kasb, manusia tetap dianggap memiliki peran dalam mengakuisisi tindakan, sehingga tetap bertanggung jawab secara moral. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian interdisipliner filsafat dan teologi dengan menegaskan bahwa meskipun berasal dari tradisi berbeda, baik Stoikisme maupun Asy’ariyah sama-sama mengafirmasi pentingnya tanggung jawab moral manusia dalam kerangka deterministik. Hal ini memberikan landasan konseptual bagi pemahaman yang lebih seimbang antara penerimaan terhadap takdir dan pelibatan aktif dalam kehidupan kontemporer.</note>
<classification>2x0.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS SII 010</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS SII 010</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS SII 010</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30657</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 14:24:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 14:24:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>