<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30632">
<titleInfo>
<title>Tingkat Resiliensi Warga Binaan Rumah Tahanan Kelas II B Serang 
dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yuanda Hana Sajidah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 73 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini membahas tentang tingkat resiliensi yang dimiliki 
warga binaan pada salah satu rumah tahanan di Serang, lebih tepatnya 
pada Rumah Tahanan Kelas IIB Serang. Penelitian ini melihat bagaimana 
tingkat resiliensi pada warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB Serang 
ini, melihat kehidupan di rumah tahanan penuh dengan tantangan bagi 
warna binaan. Mulai dari keterbatasan privasi, hak pribadi sampai 
keterbatasan akses dunia luar, dan harus membangun hubungan dengan 
sesama warga binaan pada rumah tahanan.Selain itu, untuk mengetahui 
implikasi pelayanan bimbingan dan konseling di rumah Tahanan. Hak 
dan kewajiban warga binaan diatur oleh rutan, mulai dari pendidikan, 
kunjungan keluarga sampai remisi. Resiliensi membantu mereka 
menghadapi tekanan fisik dan psikologis di Rutan, seperti intimidasi dari 
sesame warga binaan, rasa bersalah, dan kecemasan.  Penelitian ini 
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, 
yakni untuk mengungkapkan kondisi sesungguhnya tentang tingkat 
resiliensi warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB Serang dan 
implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Hasil dari 
penelitian ini menunjukan bawa mayoritas warga binaan pada Rutan 
Kelas IIB Serang memiliki tingkat resiliensi sedang (40%), (18%) yang 
memiliki tingkat resiliensi rendah, sangat rendah (10%) dan (30%) 
memiliki Tingkat resiliensi tinggi. Sangat tinggi (3%), serta dalam aspek 
regulasi emosi (50%), pengendali gerak (48%), optimisme (45%), analisis 
penyebab masalah (48%), empati (53%), pada efek efikasi diri dan 
pencapaian, warga binaan dominan berada pada kategori tinggi dengan 
presentase msing-masing (43%) dan (35%). Berupa implikasi layanan 
bimbingan dan konseling yang direkomendasikan ialah layanan konseling 
individu, layanan bimbingan kelompok, dan informasi.</note>
<subject authority=""><topic>Layanan bimbingan dan konseling</topic></subject>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1128</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1128</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1128</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30632</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:01:36</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:01:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>