<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30615">
<titleInfo>
<title>Pesan 
Dakwah dalam Film “Merindu Cahaya De Amstel” Garapan 
Hadrah Daeng Ratu (Studi Analisis Semiotika Roland 
Barthes)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Milatul Uhro</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 89 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dakwah, sebagai aktivitas esensial penyampaian risalah Islamiyah dan kewajiban setiap Muslim, telah berkembang melampaui metode konvensional dengan memanfaatkan teknologi informasi modern. Di antara berbagai media massa, film menonjol karena karakteristiknya yang unik, fleksibel, dan dinamis, sehingga berpotensi menyampaikan pesan dakwah secara efektif, subtil, dan menyentuh emosi, sejalan dengan prinsip qawlan sadidan. Relevansi film sebagai media dakwah di Indonesia semakin signifikan mengingat preferensi masyarakat yang lebih tinggi untuk menonton film dibandingkan membaca. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana makna konotasi dan denotasi dalam film Merindu Cahaya De Amstel. 2) Bagaimana pesan dakwah yang disampaikan dalam film Merindu Cahaya De amstel? Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan dan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka dapat dijelaskan pula tentang beberapa tujuan masalah yaitu, sebagai berikut: 1) Mengetahui makna konotasi, denotasi dan mitos dalam film Merindu Cahaya De Amstel. 2) Mengetahui pesan dakwah yang disampaikan dalam film Merindu Cahaya De Amstel. Peneliti memilih Menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini akan mengkaji bagaimana pesan pesan dakwah diartikulasikan melalui unsur-unsur naratif dan sinematik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai representasi pesan dakwah dalam film dan menegaskan kontribusi film sebagai media dakwah alternatif yang efektif di era kontemporer.</note>
<classification>2x7.23</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1120</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1120</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1120</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30615</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 10:12:36</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 10:12:50</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>