Detail Cantuman Kembali
Pembelajaran Tafsir dengan Menggunakan Aplikasi Tafsir Digital di Kalangan Mahasiswa UIN SMH Banten (Studi Komparatif atas Platform Tafsir Digital dan Tafsir Tradisional)
Di era kontemporer, pembelajaran keagamaan yang sebelumnya berlangsung secara tradisional kini beralih dalam bentuk digital. Pembelajaran tafsir tersedia dalam bentuk aplikasi, website, dan media sosial. Dengan adanya berbagai macam sarana dapat memudahkan mahasiswa dalam mengakses kajian tafsir, sehingga teknologi berperan penting sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimana penggunaan aplikasi tafsir online di kalangan mahasiswa UIN SMH Banten serta membandingkan kelebihan dan kekurangan platform digital dan teks tradisional dalam pembelajaran tafsir dan bagaimana perbedaan antara platform tafsir digital dan teks tradisional dalam mempelajari tafsir Al Qur’an dan bagaimana penggunaan aplikasi tafsir berbasis digital di kalangan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan aplikasi tafsir online di kalangan mahasiswa UIN SMH Banten serta membandingkan kelebihan dan kekurangan platform digital dan teks tradisional dalam pembelajaran tafsir dan bagaimana perbedaan antara platform tafsir digital dan teks tradisional dalam mempelajari tafsir Al Qur’an dan bagaimana penggunaan aplikasi tafsir berbasis digital di kalangan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan field research. Sumber data primer yang penulis dapatkan berasal dari mahasiswa semester 3, 5, dan 7 program studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil analasis menunjukkan bahwa platform tafsir digital dan tafsir tradisional sama-sama penting dalam membantu pemahaman Al-Qur’an. Tafsir digital praktis dan mudah diakses, meskipun memiliki kekurangan dalam hal kesehatan mata dan keakuratan referensi. Sebaliknya, pengajian tradisional dianggap lebih mendalam dan terpercaya karena sanad keilmuannya, namun terbatas oleh waktu dan tempat. Mahasiswa cenderung memilih metode tradisional karena sanad terpercaya dan memiliki nilai keberkahan, namun tetap memanfaatkan platform digital sebagai pelengkap. Quran Kemenag menjadi aplikasi tafsir paling populer, sedangkan kitab Jalalayn paling diminati karena bahasanya mudah. Mahasiswa aktif dalam menggunakan kedua metode. Hal ini menunjukkan keduanya memiliki peran penting sebagai sarana mempelajari tafsir.
Dini Ulandari Marlina - Personal Name
SKRIPSI IAT 660
2x1.3
Text
Indonesia
2025
serang
xxiii + 118 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







