Detail Cantuman Kembali

XML

Malaikat Nūr dan Malaikat Nār dalam al-Quran (Kajian Tafsir Abū Muḥammad al-Baġawī)


Al-Qurʾan merupakan pedoman bagi umat dan merupakan sebuah mukjizat serta wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muḥammad SAW. Dalam sebuah kehidupan, tentu tidak akan terlepas dari pengawasan makhluk Allah bernama malaikat. Mengimani akan keberadaanya merupakan rukun iman yang ke-enam, dengan adanya kepercayaan atas keberadaannya dapat membuat manusia memilah dan memilih dalam melakukan sesuatu. Namun, Allah juga menciptakan satu makhluk yang bertekad menggoda serta merayu manusia agar ikut kedalam tipu dayanya serta masuk bersamanya ke dalam nerakanya Allah yang penlis sebut dengan Malaikat Nār permasalahan tersebut menuai pro dan kontra apakah iblis pernah menjadi malaikat atau tidak sama sekali. Melihat polemik perselisihan pendapat tersebut maka penulis berusaha memaparkan hal tersebut dengan mengangkat judul penelitian Malaikat Nūr dan Malaikat Nār dalam al-Qur’an. Dengan demikian, munculah beberapa pertanyaan tentang bagaimana definisi Malaikat Nūr dan Malaikat Nār serta bagaimana penafsiran Imam Baġawī dan beberapa mufassir yang lainnya mengenai persoalan tersebut, dan apa urgensi penciptaan serta pekerjaannya?. Dalam hal ini penulis mencoba memaparkan penafsiran beliau dengan menggunakan pendekatan library research, bahan utama yang digunakan dalam mengkaji persoalan tersebut adalah tafsir dari karangan beliau sendiri yaitu kitab tafsir Maʾālim al-Tanzīl atau Tafsir Baġawī, serta beberapa bahan pendukung penelitian seperti kitab-kitab tafsir yang lain, skripsi terdahulu, jurnal serta yang lainnya Dalam pembahasan mengenai Malaikat Nūr dan Malaikat Nār, Imam Baġawī tidak menafikan bahwa malaikat merupakan makhluk Allah yang taat atas perintah-Nya yang diciptakan dari cahaya, Namun beliau juga tidak menafikan bahwa Malaikat Nār (Iblis) juga memiliki ketaatan yang sama sebelum mendapat laknat menjadi makhluk yang terkutuk. Menurutnya, „Azāzīl sebelum dirubah julukannya menjadi Iblis, ia pernah menjadi bagian dari malaikat karena melihat dari konteks ayat berupa perintah sujud yang ditujukan kepada malaikat dan ia termasuk yang mendapatkan perintah tersebut. Dalam memahami hakikat Malaikat Nūr dan malaikat Nār dikembalikan kepada keyakinan masing-masing berdasarkan argumen dari para ulama yang kita yakini akan kebenaran ra‟yunya, karena dalam hal ini tidak melibatkan rusaknya aqidah keimanan yang membuat kufur seorang muslim.
Samsudin - Personal Name
SKRIPSI IAT 658
2x1.3
Text
Indonesia
2024
serang
xvi + 67 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...