Detail Cantuman Kembali

XML

Analisis Kebutuhan Materi Bimbingan Pranikah untuk Kesiapan Berkeluarga Calon Pengantin


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus perceraian yang meningkat di tahun 2022 yang dimana terdapat 4 faktor terbesar yang menjadi penyebab perceraian yaitu perselisihan dan pertengkaran, ekonomi, salah satu pihak meninggalkan pasangan, dan KDRT. Disamping itu pemerintah telah melakukan upaya pencegahan dengan memberikan bimbingan pranikah terhadap calon pengantin yang diselenggarakan oleh KUA. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui apa saja materi yang dibutuhkan calon pengantin pada saat pelaksanaan bimbingan pranikah, 2) untuk mengetahui tingkat kesiapan calon pengantin untuk menjalani kehidupan berkeluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon pengantin yang mendaftar nikah untuk tanggal 16 Oktober – 10 November 2024 di KUA kecamatan Ciledug. Sampel penelitian ini berjumlah 50 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket, untuk menganalisis kebutuhan materi calon pengantin dengan skala guttman, sedangkan untuk mengukur kesiapan berkeluarga mengadopsi instrumen marriage readiness scale milik Shemila dan Manikanda. Data analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Materi yang diterima oleh calon pengantin pada sesi bimbingan pranikah tidak hanya mengenai kesehatan reproduksi, beragam kebutuhan keluarga, serta hak dan kewajiban suami istri. 2) Kebutuhan calon pengantin akan semua materi yang dipaparkan sama besarnya sehingga tidak ada materi yang dianggap lebih penting dibanding materi lainnya. 3) Terdapat beberapa indikator dalam kepuasan calon pengantin terhadap materi bimbingan pranikah yang perlu diperhatikan, yang pertama mengenai materi yang masih terlalu umum, kedua mengenai materi yang kurang memberi solusi praktis, ketiga bimbingan pranikah yang tidak memenuhi harapan untuk persiapan pernikahan. 4) Kesiapan berkeluarga calon pengantin yang menjadi responden pada penelitian ini menunjukkan, 14 responden (28%) dan sisanya yaitu 36 responden (72%) berada di kategori tinggi. Kesiapan berkeluarga berdasarkan gender untuk laki-laki dan perempuan yang berada di kategori tinggi sebanyak 18 responden (72%), sedangkan kategori sedang sebanyak 7 responden (28%). Kesiapan berkeluarga peraspek menunjukkan aspek finansial 48 responden (96%) kategori tinggi dan 2 responden (4%) kategori sedang. Aspek Psikologis, 43 responden (86%) kategori tinggi, 6 responden (12%) kategori sedang, 1 responden (2%) kategori rendah. Aspek moral, 36 responden (72%) kategori tinggi, dan 14 responden (28%) kategori sedang. Aspek menikah berdasarkan orang terdekat, 50 responden (100%) berada di kategori tinggi.
Elisabeth Osnaini - Personal Name
SKRIPSI BKI 1123
2x4.302
Text
Indonesia
2024
serang
xv + 93 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...