Detail Cantuman Kembali

XML

Pengaruh Culture Shock terhadap Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Rantau Prodi BKI di UIN SMH Banten


Culture shock sering terjadi di kalangan mahasiswa rantau yang jauh dari
tempat tinggal asalnya, karena adanya perbedaan antara budaya yang lama dengan
budaya barunya. Ada dua aspek yang memengaruhi terjadinya culture shock yaitu
keterampilan sosial dan variasi antar budaya. Hal itu bisa menyebabkan mahasiswa
sulit untuk menyesuaikan dirinya di perantauan. Tujuan pada penelitian ini adalah
untuk mengetahui bagaimana keadaan culture shock pada mahasiswa rantau
jurusan BKI di UIN SMH Banten, untuk mengetahui bagaimana penyesuaian diri
pada mahasiswa rantau jurusan BKI di UIN SMH Banten dan untuk mengetahup
seberapa besar pengaruh culture shock terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa
rantau jurusan BKI di UIN SMH Banten.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif
dengan populasi seluruh mahasiswa aktif jurusan BKI yang merantau dengan
jumlah 83. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan skala likert dengan skala 1-5.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 5 orang berada pada
kategori sangat rendah dengan persentase 6%, sebanyak 22 orang pada kategori
rendah dengan persentase 27%, sebanyak 36 orang berada pada kategori sedang
dengan persentase 43%, sebanyak 12 orang pada kategori tinggi dengan persentase
14% dan sebanyak 8 orang pada kategori sangat tinggi dengan persentase 10%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat culture shock pada mahasiswa
rantau prodi BKI berada pada kategori sedang, yang artinya tingkat culture shock
pada mahasiswa rantau menunjukkan bahwa keadaannya masih stabil, namun
kategori ini bisa saja memengaruhi penyesuaian diri mahasiswa rantau selama di
perantauan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics
maka hasil output nilai Kolmogorov Smirnov dengan signifikasi sebesar Sig. 0,200
> 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Hasil
uji regresi linear sederhana diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05 yang
artinya terdapat pengaruh antara variabel X (culture shock) terhadap variabel Y
(penyesuaian diri). Berdasarkan hasil nilai t hitung 4.843 lebih besar dari t tabel
1.660 dan hasil signifikasi memperoleh nilai 0,000 < 0,05 maka dapat disimpukan
bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dalam penelitian ini. Berdasarkan
hasil hipotesis yaitu H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh antara culture shock terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa
rantau Prodi BKI di UIN SMH Banten. Adapun tingkat pengaruh culture shock
terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa jurusan BKI di UIN SMH Banten yaitu
sebesar 21,5%.
Ayu Lestari - Personal Name
SKRIPSI BKI 1117
155.25
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xii + 87 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...