<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30515">
<titleInfo>
<title>Pengembangan Skala Phubbing Pada Mahasiswa</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rizka Febrianti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 68 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah phubbing semakin meningkat di kalangan mahasiswa, 
dipicu oleh tingginya ketergantungan pada smartphone dalam aktivitas 
sehari-hari. Phubbing merupakan perilaku di mana seseorang lebih fokus 
pada smartphone dibandingkan berinteraksi langsung dengan orang di 
sekitarnya. Perilaku ini berdampak negatif pada aspek sosial, serta aspek 
akademik, seperti menurunnya konsentrasi dan performa belajar. 
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan 
skala phubbing yang valid dan reliabel untuk mahasiswa. 
Metode yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) 
dengan mengacu pada model generik Reeves, melalui tiga tahap: (1) 
analisis dan eksplorasi, (2) desain dan konstruksi, serta (3) evaluasi dan 
refleksi. Sampel terdiri dari 384 mahasiswa dari berbagai Perguruan 
Tinggi di Indonesia, dipilih dengan teknik convenience sampling atau 
accidental sampling. Skala yang dikembangkan didasarkan pada dimensi 
phubbing menurut Chotpitayasunondh &#38; Douglas  
(2018), yaitu 
nomophobia, konflik interpersonal, isolasi diri, dan pengakuan masalah. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala yang dikembangkan terdiri dari 
40 item yang memiliki validitas dengan koefisien korelasi di atas 0,30 dan 
nilai reliabilitas sebesar 0,863, yang termasuk dalam kategori tinggi. 
Dengan demikian, skala ini dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur 
perilaku phubbing pada mahasiswa, serta dapat digunakan sebagai 
instrumen dalam proses konseling untuk merancang intervensi yang tepat.</note>
<subject authority=""><topic>Pengembangan skala Phubbing</topic></subject>
<classification>155.25</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1126</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1126</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1126</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30515</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 11:41:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 13:26:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>