<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30513">
<titleInfo>
<title>Analisis Perbandingan Efisiensi Badan Amil Zakat Nasional 
(BAZNAS) dan Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) dengan 
Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Tahun 2018 – 2022</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ijah Khodijah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 137 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Zakat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi 
kemiskinan di suatu negara. Melalui zakat, umat Muslim dapat 
membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan mendukung 
usaha mikro serta kecil. Dalam hal ini, Organisasi Pengelola Zakat 
(OPZ) berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan 
ekonomi masyarakat. OPZ harus menunjukkan kemampuannya 
dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana zakat dengan 
menerapkan standar pengelolaan yang baik, termasuk efisiensi 
sebagai ukuran kinerjanya. Efisiensi mencerminkan kemampuan 
OPZ dalam meningkatkan manfaat zakat untuk mencapai keadilan 
sosial dan pemerataan ekonomi. 
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengevaluasi 
efisiensi BAZNAS dan MUIS serta membandingkan keduanya 
selama periode 2018-2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis 
efisiensi lembaga pengelola zakat tersebut dengan metode Data 
Envelopment Analysis (DEA) yang berfokus pada pendekatan 
produksi. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan 
keuangan resmi BAZNAS dan MUIS. Terdapat dua variabel 
dalam penelitian ini: input yang terdiri dari total aset dan biaya 
operasional, serta output yang mencakup dana zakat yang 
terhimpun dan tersalurkan.  
Hasil analisis menggunakan DEA menunjukkan bahwa 
BAZNAS efisien pada tahun 2018, 2019, 2020, dan 2022, tetapi 
tidak efisien pada tahun 2021. Sementara itu, MUIS menunjukkan 
efisiensi konsisten dari 2018 hingga 2022 tanpa inefisiensi. Untuk 
menganalisis perbedaan antara BAZNAS dan MUIS, penulis 
menggunakan aplikasi IBM Statictic 26 dengan uji beda Mann 
Whitney. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan antara 
kedua lembaga, yang dipengaruhi oleh variasi dalam pengelolaan, 
hukum, otoritas, jumlah masyarakat muslim dan faktor lainnya 
dalam pengelolaan dana zakat di masing-masing negara.</note>
<classification>332</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ES 1209</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ES 1209</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ES 1209</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30513</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 11:02:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 11:18:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>