<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30408">
<titleInfo>
<title>Efektivitas Bimbingan Kelompok Menggunakan Metode Terapi Dzikir untuk Meningkatkan Resiliensi pada Korban Bullying</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Robbiyatul Awalia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Fenomena bullying secara verbal banyak dialami dilingkungan mana saja seperti lingkungan rumah, sekolah, kerja, bahkan di pondok pesantren. Perilaku bullying bisa terjadi karena seseorang memiliki kekurangan ekonomi, fisik, akademik dan lain-lain, dimana hal ini berdampak pada kurangnya rasa percaya diri, takut dalam bersosialisasi terhadap orang lain, selalu ingin sendiri, sering diam di tempat keramaian karena takut tidak dihargai serta takut mengeluarkan pendapat ketika berdiskusi. Oleh karena itu perlu pengetasan berupa bimbingan kelompok menggunakan terapi dzikir. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: (1) bagaimana tingkatan resiliensi korban bullying di Pondok Pesantren Darul Ulum?, (2) apakah bimbingan kelompok menggunakan metode terapi dzikir dapat meningkatkan resiliensi korban bullying di Pondok Pesantren Darul Ulum? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis experiment dengan model pretest-posttest one group design. Data dikumpulan melalui kuesioner yang diberikan kepada 6 responden. Berdasarkan hasil penelitian melalui uji wilxoson dengan bantuan dari SPSS versi 26 dapat dilihat bahwa: (1) tingkat resiliensi santri sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok memiliki skor nilai rata-rata 79.3333 berada pada kategori rendah dan sesudah dilakuannya layanan bimbingan kelompok memiliki skor nilai rata-rata 137.8333 berada pada kategori sangat tinggi. (2) efektivitas bimbingan kelompok dilihat dari uji hipotesis memiliki nilai 0.27 &#60; dari 0.5 dan n-gain 282.2827 &#62;76. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata sebelum dan sesudah memiliki perubahan yang signifikan sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dan bimbingan kelompok menggunakan metode terapi dzikir efektif meningkatkan resiliensi pada korban bullying verbal.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1075</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1075</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1075</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30408</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-03 10:44:53</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-03 10:45:05</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>