Detail Cantuman Kembali
Pengaruh Konseling Keluarga terhadap Kesehatan Mental pada Remaja Awal Pasca Perceraian Orangtua di Pengadilan Agama Kabupaten Tangerang
Kesehatan mental merupakan keadaan dimana seseorang mampu menyadari kemampuanya
sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, serta dapat bersosialiasi atau berkomunikasi
dengan baik. Di dalam kehidupan kesehatan mental sangat berperan penting, karena dengan
kesehatan mental yang baik maka seseorang dapat melakukan segala aktivitas dengan baik. Namun,
tidak sedikit dari kita cenderung yang tidak memperhatikan kesehatan mental terhadap dirinya
sendiri, sehingga terjadi masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental juga sering terjadi
pada remaja awal, banyak remaja awal yang mengalami masalah kesehatan mental. Adapun
penyebabnya banyak yang berasal dari faktor lingkungan keluarga, seperti kasus perceraian orang
tua. Perceraian orang tua sangat berdampak pada anak, dampak perceraian bisa terhadap
kehidupan bahkan sampai berdampak pada kesehatan mental anak. Karena bagi anak keluarga dan
orang tua merupakan hal yang sangat penting dan merupakan satu-satunya hal yang dia miliki
sejak lahir. Dalam menjaga kesehatan mental pada remaja orang tua sangat berperan penting. Karena
orang tua merupakan orang yang paling terdekat yang dapat mengarahkan serta membimbing remaja
dalam membangun kepribadian yang baik. Remaja awal yang menjadi korban perceraian orang tua,
banyak yang terlena masuk ke dalam pergaulan yang jelek untuk menutupi kesedihanya.Berdasarkan
latar belakang tersebut, peneliti merasa penting untuk memberikan bantuan kepada remaja yang
memiliki masalah kesehatan mental pasca perceraian orang tua. Bantuan tersebut berupa treatment
layanan konseling keluarga dengan menggunakan pendekatan terapi keluarga. Bantuan ini bertujuan
untuk mengurangi tingkat masalah kesehatan mental pada remaja awal setelah orang tua bercerai.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1). Bagaimana Tingkat kesehatan mental pada remaja awal pasca perceraian orang tua di kabupaten
tangerang ?, 2). Bagaimana Layanan konseling keluarga dalam menangani kesehatan mental pada
remaja awal akibat perceraian orang tua?, 3). Bagaimana Pengaruh Perceraian orang tua terhadap
kesehatan mental pada remaja awal di kabupaten tangerang?
Penelitian ini bertujuan: 1). Untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehatan mental pada remaja
awal pasca Perceraian orang tua di kabupaten tangerang 2).Untuk mengetahui bagaimana layanan
konseling keluarga dalam menangani kesehatan mental pada remaja awal akibat perceraian orang
tua 3).Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Perceraian orang tua terhadap kesehatan mental pada
remaja awal dikabupaten tangerang. Penelitian ini meggunakan metode kuantitatif, dan jenis
penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimen dengan desain
Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa
Angket/Kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan sejak Desember 2024-April 2025.
Adapun penelitian ini hanya di fokuskan di Kecamatan jayanti dan Kecamatan tigaraksa kabupaten
tangerang. Jumlah keseluruhan responden sebanyak 60 remaja awal, akan tetapi dengan adanya
beberapa kriteria responden pada penelitian ini jadi responden yang dipakai sebanyak 10 remaja
awal.
Syifa Kamila Khoirunnisa - Personal Name
SKRIPSI BKI 1120
158.3
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xiv + 131 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







