<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30400">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Konseling 
Keluarga terhadap Kesehatan Mental pada Remaja Awal Pasca Perceraian Orangtua di 
Pengadilan Agama Kabupaten Tangerang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syifa Kamila Khoirunnisa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 131 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kesehatan mental merupakan keadaan dimana seseorang mampu menyadari kemampuanya 
sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, serta dapat bersosialiasi atau berkomunikasi 
dengan baik. Di dalam kehidupan kesehatan mental sangat berperan penting, karena dengan 
kesehatan mental yang baik maka seseorang dapat melakukan segala aktivitas dengan baik. Namun, 
tidak sedikit dari kita cenderung yang tidak memperhatikan kesehatan mental terhadap dirinya 
sendiri, sehingga terjadi masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental juga sering terjadi 
pada remaja awal, banyak remaja awal yang mengalami masalah kesehatan mental. Adapun 
penyebabnya banyak yang berasal dari faktor lingkungan keluarga, seperti kasus perceraian orang 
tua. Perceraian orang tua sangat berdampak pada anak, dampak perceraian bisa terhadap 
kehidupan bahkan sampai berdampak pada kesehatan mental anak. Karena bagi anak keluarga dan 
orang tua merupakan hal yang sangat penting dan merupakan satu-satunya hal yang dia miliki 
sejak lahir. Dalam menjaga kesehatan mental pada remaja orang tua sangat berperan penting. Karena 
orang tua merupakan orang yang paling terdekat yang dapat mengarahkan serta membimbing remaja 
dalam membangun kepribadian yang baik. Remaja awal yang menjadi korban perceraian orang tua, 
banyak yang terlena masuk ke dalam pergaulan yang jelek untuk menutupi kesedihanya.Berdasarkan 
latar belakang tersebut, peneliti merasa penting untuk memberikan bantuan kepada remaja yang 
memiliki masalah kesehatan mental pasca perceraian orang tua. Bantuan tersebut berupa treatment 
layanan konseling keluarga dengan menggunakan pendekatan terapi keluarga. Bantuan ini bertujuan 
untuk mengurangi tingkat masalah kesehatan mental pada remaja awal setelah orang tua bercerai. 
Berdasarkan latar belakang diatas, maka adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 
1). Bagaimana Tingkat kesehatan mental pada remaja awal pasca perceraian orang tua di kabupaten 
tangerang ?, 2). Bagaimana Layanan konseling keluarga dalam menangani kesehatan mental pada 
remaja awal akibat perceraian orang tua?, 3). Bagaimana Pengaruh Perceraian orang tua terhadap 
kesehatan mental pada remaja awal di kabupaten tangerang? 
Penelitian ini bertujuan: 1). Untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehatan mental pada remaja 
awal pasca Perceraian orang tua di kabupaten tangerang 2).Untuk mengetahui bagaimana layanan 
konseling keluarga dalam menangani kesehatan mental pada remaja awal akibat perceraian orang 
tua 3).Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Perceraian orang tua terhadap kesehatan mental pada 
remaja awal dikabupaten tangerang. Penelitian ini meggunakan metode kuantitatif, dan jenis 
penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimen dengan desain 
Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa 
Angket/Kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan sejak Desember 2024-April 2025. 
Adapun penelitian ini hanya di fokuskan di Kecamatan jayanti dan Kecamatan tigaraksa kabupaten 
tangerang. Jumlah keseluruhan responden sebanyak 60 remaja awal, akan tetapi dengan adanya 
beberapa kriteria responden pada penelitian ini jadi responden yang dipakai sebanyak 10 remaja 
awal.</note>
<subject authority=""><topic>Konseling Keluarga</topic></subject>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1120</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1120</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1120</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30400</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-02 10:11:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-02 10:12:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>