Detail Cantuman Kembali
Asesmen Status Konservasi Tumbuhan Indonesia Khususnya Suku Podocarpaceae dalam Kategori Red List IUCN dan Penetapan Spesies Prioritas untuk Konservasi
Ancaman kepunahan pada suku Podocarpaceae yang disebabkan oleh degradasi habitat, eksploitasi yang berlebihan, polusi, penyakit dan perubahan iklim dan memiliki peran dalam perdagangan herbal dunia menyebabkan suku Podocarpaeae memiliki urgensi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status konservasi terkini suku Podocarpaceae di Indonesia dan mengetahui spesies prioritas dari suku Podocarpaceae. Penelitian ini dilakukan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berlokasi di Cibinong (Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah – BRIN) Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan berbagai data dan informasi dari spesies pada suku Podocarpaceae menggunakan website Global Biodiversity Information Facility (GBIF), Plant Of The World (POWO) dan GeoCAT. Asesmen status konservasi kehati-hatian yang diambil dari status konservasi paling tinggi berdasarkan nilai EOO dan AOO menghasilkan status konservasi Vulnerable (VU) Phyllocladus hypophyllus Hook F dan Sundacarpus amarus (Blume) C. N. Page dan status konservasi Endangered (EN) meliputi spesies Dacrydium magnum de Laub dan Dacrydium beccarii Parl. Hasil skoring spesies prioritas suku Podocarpacae berdasarkan IUCN menghasilkan 3 kategori yaitu kategori A dengan nilai > 50 atau kategori yang memiliki urgensi konservasi meliputi spesies Dacrydium magnum dan Dacrydium gracile, kategori B dengan nilai 42-50 atau kategori yang aksi konservasinya masih bisa ditunda meliputi spesies Dacrydium beccarii dan Dacrydium elatum dan kategori C dengan nilai
Tarisha Ainun Yasmin - Personal Name
SKRIPSI BIO 066
639.99
Text
Indonesia
2025
serang
xviii + 47 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







