Detail Cantuman Kembali

XML

Pengembangan Life Skill Anak Yatim dan Dhuafa melalui Program Urban Farming (di Lembaga Pelopor Kepedulian Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan)


Kecakapan hidup atau life skill merupakan pendidikan yang memberikan bekal dasar dan
latihan kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan dan berguna bagi perkembangan
kehidupan sehari-hari, baik secara akademik, sosial dan emosional dalam menghadapi kesulitan
dan permasalahan kehidupan. Anak yatim dan dhuafa merupakan kelompok yang rentan dan sering
kali kesulitan dalam mendapatkan pendidikan dan akses terhadap berbagai sumber daya yang dapat
membantu mereka mengembangkan keterampilan hidupnya. Program urban farming dirancang
sebagai wadah pembelajaran berbasis praktik yang mengajarkan anak-anak berbagai keterampilan
bertani di lingkungan perkotaan.
Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam serta memahami
bagaimana proses pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa melalui program urban farming
di Lembaga Pelopor Kepedulian. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1)Untuk mendeskripsikan proses
pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa melalui program urban farming yang dilakukan
oleh Lembaga Pelopor Kepedulian 2)Untuk mengetahui manfaat pengembangan life skill melalui
program urban farming bagi anak yatim dan dhuafa dan Lembaga Pelopor Kepedulian 3)Untuk
mengetahui faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pengembangan life skill anak yatim
dan dhuafa melalui program urban farming yang dilakukan oleh Lembaga Pelopor Kepedulian.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Ada 21 informan yang
menjadi sebagai sumber data dalam penelitian yang terdiri dari, 1 Direktur Lembaga Pelopor
Kepedulian, 1 Kepala Program Urban Farming, 2 Farmer urban farming dan 15 anak yatim dan
dhuafa dampingan, serta 2 orang tua anak yatim dan dhuafa dampingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa
melalui program urban farming di Lembaga Pelopor Kepedulian dilakukan mempunyai beberapa
proses yaitu melalui tiga tahapan yaitu, tahapan pertama penyadaran dilakukan dengan sosialisasi,
kedua tahap pengkapasitasan dilakukan dengan tiga cara yaitu peningkatan kompetensi berpikir
kritis, peningkatan kompetensi berpikir kreatif, dan peningkatan kompetensi peduli lingkungan dan
ketahanan pangan. Tahap ketiga pendayaan dalam kegiatan program urban farming. Hasil Proses
pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa melalui urban farming di Lembaga Pelopor
Kepedulian berdasarkan pada teori Anwar memiliki empat jenis life skill yaitu; personal skill,
social skill, academic skill, vocational skill. Manfaat pengembangan life skill melalui program
urban farming memiliki 3 manfaat yaitu: Manfaat Psikis, Manfaat Akademik dan Manfaat Sosial.
Faktor Pendukung kemauan, kemampuan anak, dan komunikasi antar pembimbing. Faktor
penghambat kurangnya pengalaman, perbedaan sifat dan kemampuan, keterbatasan waktu anak,
kondisi cuaca dan hama.
Rina Rohani - Personal Name
SKRIPSI PMI 308
305
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xvii + 129 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...