<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30364">
<titleInfo>
<title>Pengembangan Life Skill Anak 
Yatim dan Dhuafa melalui Program Urban Farming (di Lembaga Pelopor Kepedulian 
Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rina Rohani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 129 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kecakapan hidup atau life skill merupakan pendidikan yang memberikan bekal dasar dan 
latihan kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan dan berguna bagi perkembangan 
kehidupan sehari-hari, baik secara akademik, sosial dan emosional dalam menghadapi kesulitan 
dan permasalahan kehidupan. Anak yatim dan dhuafa merupakan kelompok yang rentan dan sering 
kali kesulitan dalam mendapatkan pendidikan dan akses terhadap berbagai sumber daya yang dapat 
membantu mereka mengembangkan keterampilan hidupnya. Program urban farming dirancang 
sebagai wadah pembelajaran berbasis praktik yang mengajarkan anak-anak berbagai keterampilan 
bertani di lingkungan perkotaan.  
Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam serta memahami 
bagaimana proses pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa melalui program urban farming 
di Lembaga Pelopor Kepedulian. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1)Untuk mendeskripsikan proses 
pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa melalui program urban farming yang dilakukan 
oleh Lembaga Pelopor Kepedulian 2)Untuk mengetahui manfaat pengembangan life skill melalui 
program urban farming bagi anak yatim dan dhuafa dan Lembaga Pelopor Kepedulian 3)Untuk 
mengetahui faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pengembangan life skill anak yatim 
dan dhuafa melalui program urban farming yang dilakukan oleh Lembaga Pelopor Kepedulian.  
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik 
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Ada 21 informan yang 
menjadi sebagai sumber data dalam penelitian yang terdiri dari, 1 Direktur Lembaga Pelopor 
Kepedulian, 1 Kepala Program Urban Farming, 2 Farmer urban farming dan 15 anak yatim dan 
dhuafa dampingan, serta 2 orang tua anak yatim dan dhuafa dampingan.  
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa 
melalui program urban farming di Lembaga Pelopor Kepedulian dilakukan mempunyai beberapa 
proses yaitu melalui tiga tahapan yaitu, tahapan pertama penyadaran dilakukan dengan sosialisasi, 
kedua tahap pengkapasitasan dilakukan dengan tiga cara  yaitu peningkatan kompetensi berpikir 
kritis, peningkatan kompetensi berpikir kreatif, dan peningkatan kompetensi peduli lingkungan dan 
ketahanan pangan. Tahap ketiga pendayaan dalam kegiatan program urban farming. Hasil Proses 
pengembangan life skill anak yatim dan dhuafa melalui urban farming di Lembaga Pelopor 
Kepedulian berdasarkan pada teori Anwar memiliki empat jenis life skill yaitu; personal skill, 
social skill, academic skill, vocational skill. Manfaat pengembangan life skill melalui program 
urban farming memiliki 3 manfaat yaitu: Manfaat Psikis, Manfaat Akademik dan Manfaat Sosial. 
Faktor Pendukung kemauan, kemampuan anak, dan komunikasi antar pembimbing. Faktor 
penghambat kurangnya pengalaman, perbedaan sifat dan kemampuan, keterbatasan waktu anak, 
kondisi cuaca dan hama.</note>
<classification>305</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 308</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PMI 308</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 308</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30364</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-26 13:11:10</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-26 13:11:53</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>