Detail Cantuman Kembali

XML

Penerapan Bimbingan Konseling Islam Dalam Memotivasi Ibadah Salat Anak Yatim Di Yayasan Bantam Ciruas


Bimbingan konseling Islam merupakan bentuk bantuan yang dapat membantu klien dalam mengatasi permasalahan sesuai dengan nilai-nilai agama Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Dalam bimbingan konseling Islam terdapat metode-metode yang dapat memotivasi klien untuk melakukan suatu kegiatan. Hal inilah yang menjadikan bimbingan konseling Islam tepat untuk diterapkan pada anak-anak yatim di Yayasan Bantam Ciruas yang memiliki permasalahan dalam pelaksanaan ibadah salat lima waktu. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kondisi ibadah salat anak yatim di Yayasan Bantam Ciruas?, (2) Bagaimana penerapan bimbangan konseling Islam dalam memotivasi ibadah salat anak yatim di Yayasan Bantam Ciruas?, (3) Bagaimana hasil dari penerapan bimbingan konseling Islam dalam memotivasi ibadah salat anak yatim di Yayasan Bantam Ciruas?. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi ibadah salat anak yatim di Yayasan Bantam Ciruas, menerapkan bimbingan konseling Islam, dan mendeskripsikan hasil dari penerapan bimbingan konseling Islam dalam memotivasi ibadah salat anak yatim di Yayasan Bantam Ciruas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tindakan. Sehingga observasi, wawancara, dan studi dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan. Subjek penelitian ini terdiri dari lima anak remaja perempuan yatim di Yayasan Bantam Ciruas yang sudah baligh berusia 13-17 tahun. Penerapan bimbingan konseling Islam dilakukan sebanyak tiga kali dengan tatap muka antara konselor dan klien. Penerapan bimbingan konseling Islam melalui lima tahapan dan 4 metode, di mana metode penyadaran menjadi yang metode yang paling banyak digunakan. Hasil dari penelitian penerapan bimbingan konseling Islam pada anak yatim yang dilakukan bahwa empat dari lima responden yaitu F, M, D, dan L menyadari dan termotivasi untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu dengan rutin. Sedangkan satu responden yakni N belum menyadari dan termotivasi untuk melaksanakan ibadah salat dengan rutin. Adanya kesadaran yang memotivasi ke empat anak untuk beribadah salat dengan baik dan rutin ini berasal dari hasil wawancara baik dengan sang anak maupun wali santri dan ibu asuh.
Rista Eka Hana Putri - Personal Name
SKRIPSI BKI 1083
158.3
Text
Indonesia
2024
serang
xvi + 128 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...