Detail Cantuman Kembali
Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Resiliensi Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Serang
Permasalahan yang ditemukan pada warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Serang yaitu rendahnya resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bertahan dan beradaptasi dalam lingkungan yang penuh tekanan. Hal ini menjadi aspek penting dalam membantu warga binaan untuk menghadapi suatu kondisi yang penuh tantangan saat menjalani masa hukuman. Solusi untuk menghadapi resiliensi yang rendah yaitu melalui bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok merupakan sebuah bantuan yang diberikan kepada sekelompok orang agar kelompok tersebut menjadi kuat dan mandiri. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana tingkat resiliensi warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Serang?, 2) Apakah terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap resiliensi warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Serang?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui tingkat resiliensi warga binaan pemasyarakatan di RutanKelas IIB Serang, 2) Untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap resiliensi terhadap warga binaan pemasyarakatanRutan Kelas IIB Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner penelitian yang terdiri dari 32 item pernyataan. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling, dengan kriteria warga binaan yang memiliki resiliensi rendah. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 7 warga binaan yang memiliki resiliensi rendah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1). Pada saat pretest resiliensi, terdapat 7 warga binaan berada pada kategori rendah. Dengan nilai jumlah skor pretest sebesar 581 dan nilai berkategori (mean) sebesar 83. Pada saat post test (sesudah diberikan treatment) diperoleh nilai jumlah skor sebesar 713 dan nilai berkategori (mean) sebesar 101,86. Selain itu, terdapat 6 warga binaan yang memiliki resiliensi dengan kategori sedang dan 1 warga binaan dengan kategori tinggi. 2). Dari hasil pretest dan post test menunjukan adanya perbedaan yangsignifikan mengenai resiliensi warga binaan. Dengan hasil pretest dan posttest dilakukan uji hipotesis yaitu uji paired sample test. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,010, yang mana 0,010 < 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap resiliensi warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Serang.
Sundari Dwi Kusuma - Personal Name
SKRIPSI BKI 1079
2x7.24
Text
Indonesia
2024
xix + 80 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







