Detail Cantuman Kembali

XML

Qira'at Al-Qur'an dan Implikasinya dalam Penafsiran (Studi Kitab Al-Budur Al-Zahirah Fi Al-Qira'at Al-'Asyr Al-Mutawatirah Karya Syekh Abdul Fattah Ghani Al-Qadhi dalam Surat Al-Fajr)


Ilmu qira>’a>t adalah salah satu dari cabang ilmu yang dipergunakan untuk menafsirkan Al-Qur’a>n. Ilmu yang membahas tentang tatacara perbedaan bacaan dalam Al-Qur’a>n. Namu dari beragam perbedaan bacaan qira>’a>t hanya ada sepuluh imam yang diterima bacaanya, karena sepuluh qira>’a>t ini telah sesuai dengan kaidah bahasa Arab, sesuai dengan penulisan rasm Usmani, dan riwayatnya mutawatir sampai kepada Rasulullah SAW. Berangkat dari menurunnya minat dalam kajian ilmu qira>’a>t dirasa signifikan dalam perkembangan sejarah teks Al-Qur’a>n dan sebagai solusi mengetahu ayat-ayat Al-Qur’a>n yang memiliki varian qira’at yang beragam. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah: 1. Bagaimana pandangan Syekh Abdul Fattah al-Qadhi terhadap qira’at Al-Qur’an? 2. Bagaimana perbedaan qira’at asyarah di dalam surat Al-Fajr dan implikasi terhadap makna?. Tujuna dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui pandangan Syekh Abdul Fattah al-Qadhi tentang qira’at. 2. Mengetahui perbedaan qira’at imam asyarah pada surat al-Fajr dalam kitab Al-Budu>r al Za>hirah dan implikasi terhadap makna. Dalam penulisan ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deksriptif dengan metode library research, yaitu penelitian melalui kepustakaan dari berbagai literatur. Dalam penelitian ini sumber primer berasal dari kitab Al-Budu>r Al-Za>hirah Karanagan Syekh Abdul Fattah Ghani Al-Qadhi. Kemudian data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini akhirnya menunjukan perbedaan qira>’a>t yang terdapat dalam surat Al-Fajr mengenai wajh qira’at yang disajikan para imam qira>’a>t asyarah. Adakalanya perbedaan qira>’a>t tersebut berimplikasi pada makna dan sebagian besar tidak berimplikasi pada makna. Adapun qira’at yang tidak berimplikasi pada makna, mayoritas dikarenakan perbedaan yang hanya sebatas pengucapan sepeti idgham, imalah. Sedangkan perbedaan qira>’a>t dalam surat Al Fajr yang berimplikasi pada makna berfaedah menggabungkan dua hukum (makna) dengan penggabungkan dua qira>’a>t sehingga keduanya saling melengkapi sebagaimana qira’at faqaddara (tasydid) dan faqadara (takhfif) yang terdapat dalam surat Al-Fajr ayat 16. Dalam hal ini berfaedah memperkaya makna lafadz pada Al-Qur’a>n dan qira’at tahudduna dan yahudduna dan bacaan yu’adzibu menjadi yu’adzabu.
Lutfi Pahmi - Personal Name
SKRIPSI IAT 652
2x1.3
Text
Indonesia
2023
serang
xxiii + 134 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...