Detail Cantuman Kembali

XML

Perlawanan Tirto Adhi Soerjo terhadap Kolonial Belanda dalam Surat Kabar Medan Prijaji Tahun 1907-1912


Tirto Adhi Soerjo merupakan anak ke Sembilan dari dua belas bersaudara. Lahir di Blora pada tahun 1880 yang merupakan keturunan bangsawan Namun Tirto tidak melanjutkan pendidikannya sebagaimana seperti saudara saudaranya yang melanjutkan hingga menempati jabatan di pemerintahan. Tirto mematahkan sendiri privilege sebagai kelaurga bangsawan dan melajutkan tulis menulisnya yang sudah di gemari sejak sekolah dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Dokter STOVIA. Berdasarkan latar belakang tersebut, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Biografi Hidup Tirto Adhi Soerjo? (2) Bagaimana Sejarah dan Perkembangan Medan Prijaji?, (3) Bagaimana Surat Kabar Medan Prijaji Sebagai Alat Perlawanan Terhadap Kolonial Belanda?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Riwayat Hidup Tirto Adhi Soerjo, (2) Sejarah Medan Prijaji, (3) Sebagai Media Pertama Medan Prijaji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Sejarah, melalui beberapa tahapan yaitu: Pemilihan Topik, Heuristik (Pengumpulan Sumber), Verifikasi (Kritik), Interpretasi (Penafsiran), dan Historiografi (Penulisan). Kesimpulan dari pembahasan dari skripsi ini adalah mengenai Tirto Adhi Soerjo yang merupakan Perintis Pers yang lahir di Blora Jawa Tengah pada tahun 1880, yang menggunakan Media Surat Kabar untuk melawan Kolonial Belanda. Medan Prijaji merupakan surat kabar pertama yang mulai dari bahasa, para pegawai, penulis, jurnalils sampai kepada direktur dikelola oleh pribumi tanpa ikut campur tangan Kolonial Belanda yang didirikan pada tahun 1907 yang bertujuan untuk memberi informasi, menjadi penyuluh keadilan, memberikan bantuan hukum, tempatorang tersia-sia mengadukan halnya, mencari pekerjaan bagi yang membutuhkan pekerjaan di Betawi, menggerakkan bangsa Indonesia untuk berorganisasi atau mengorganisasi diri, membangunkan serta memajukan bangsa Indoneisa serta memperkuat bangsa Indonesia dengan usaha perdagangan. Karena terlalu tajam dalam tulisan di surat kabar Medan Prijaji, Tirto berbahaya bagi pemerintahan Belanda dan selalu diawasi gerak-geriknya bahkan mendapat hukuman pembuangan di Maluku tepatnya dipulau Bacan.
Saepudin Fikri - Personal Name
SKRIPSI SPI 656
2x9.6598
Text
Indonesia
2023
serang
xiii + 63 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...