<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30323">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Jenis Perendaman dan Lama Perendaman KNO3 3% dan Akuades terhadap Pematahan Dormansi Benih Padi Varietas Ciherang (Oryza sativa L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nisa Aisyah Wijaya</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 58 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis perendaman dan lama perendaman terhadap pematahan dormansi benih padi. Penelitian ini berbasis eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dua faktor (RAL-F). Faktor pertama jenis perendaman (P) yang terdiri atas dua taraf yaitu Akuades (P1) dan KNO3 3% (P2). Faktor kedua lama perendaman (L) yang terdiri atas dua taraf yaitu 24 jam (L1) dan 48 jam (L2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara jenis larutan dan lama perendaman terhadap parameter kecambah abnormal dan benih mati dengan masing masing nilai signifikansi sebesar 0,00 dan 0,04 (p &#60; 0,05). Perlakuan tunggal jenis larutan perendaman berpengaruh nyata terhadap parameter kecambah normal, benih segar, indeks vigor, dan potensi tumbuh maksimum dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p &#60; 0,05). Sedangkan perlakuan tunggal lama perendaman berpengaruh nyata terhadap parameter kecambah normal, benih segar, indeks vigor, dan potensi tumbuh maksimum dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p &#60; 0,05). Kombinasi perlakuan terbaik untuk pematahan dormansi yakni perendaman KNO3 3% selama 48 jam (P2L2), dengan nilai kecambah abnormal 1,80% dan benih mati 1,36%.</note>
<classification>633.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 061</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 061</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 061</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30323</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-20 10:48:28</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-20 10:48:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>