<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30305">
<titleInfo>
<title>Penggunaan Instastory sebagai Media Flexing dalam Perspektif Teori Dramaturgi Erving Goffman (Studi Fenomenologi Mahasiswa Fakultas Dakwah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maulana Andi Saputra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 117 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan media sosial telah memberikan ruang bagi individu untuk menampilkan citra diri mereka. Salah satu fitur yang banyak digunakan adalah Instastory, yang memungkinkan pengguna membagikan momen momen tertentu secara sementara. Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memanfaatkan Instastory sebagai sarana untuk menunjukkan pencapaian, gaya hidup, dan aspek kehidupan sosial mereka, dalam fenomena yang dikenal sebagai flexing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa menggunakan Instastory sebagai media flexing dan mengkaji fenomena tersebut dalam perspektif teori dramaturgi Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi unggahan Instastory serta wawancara mendalam dengan mahasiswa yang aktif menggunakan fitur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instastory berperan sebagai &#34;panggung depan&#34; di mana mahasiswa menampilkan citra diri yang telah dikonstruksi untuk mendapatkan validasi sosial. Unggahan yang dipilih cenderung mencerminkan kesuksesan dan gaya hidup tertentu, yang dalam beberapa kasus tidak sepenuhnya mencerminkan realitas kehidupan mereka. Selain itu, terdapat perbedaan antara citra digital yang ditampilkan di Instastory dan kehidupan nyata mahasiswa. Penelitian ini mengungkap bahwa mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggunakan Instastory untuk membentuk dan menampilkan citra diri demi validasi sosial, selaras dengan konsep panggung depan dalam teori dramaturgi Erving Goffman. Selain itu, terdapat perbedaan antara citra digital di Instastory dan kehidupan nyata. Di balik unggahan glamor, mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik dan sosial yang jarang ditampilkan. Instastory tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai panggung strategis untuk membentuk identitas digital dan mempertahankan eksistensi sosial.</note>
<classification>302.23</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1103</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1103</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1103</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30305</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-14 19:36:56</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-14 19:37:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>