<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30276">
<titleInfo>
<title>Rancangan Program Konseling Komunitas dalam Menguatkan Kesehatan Mental Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Serang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aulia Alfira Rosyana Fira</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 78 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat gangguan kesehatan mental, khususnya depresi, yang dialami oleh warga binaan, yang dapat mempengaruhi proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Beck Depression Inventory II (BDI II), yang diadaptasi untuk mengukur tingkat depresi pada warga binaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program konseling komunitas dalam rangka memperkuat kesehatan mental warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga binaan mengalami depresi dengan tingkat sedang hingga berat. Beberapa aspek kesehatan mental, seperti manifestasi emosional, kognitif, dan fisik, ditemukan memerlukan intervensi mendalam. Rancangan program konseling komunitas yang diusulkan akan berlangsung selama 1 tahun. Layanan yang diberikan sesuai dengan hasil need assessment yang dilakukan di awal, berdasarkan kebutuhan klien. Layanan tersebut adalah konseling individu, konseling kelompok, dan pelatihan keterampilan. Berdasarkan evaluasi kelayakan program oleh praktisi Lembaga Pemasyarakatan, program ini dinilai memadai dan layak diterapkan dengan skor rata-rata 3,0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program konseling komunitas dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat kesehatan mental warga binaan, dan diharapkan dapat menjadi model intervensi di lembaga pemasyarakatan lainnya.</note>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1105</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1105</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1105</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30276</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 09:02:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 09:02:23</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>