Detail Cantuman Kembali
Penafsiran Alegoris dalam Al-Qur'an Perspektif Ali Ash-Shabuni dalam Tafsir Rawai'u al-Bayan fi Tafisiri Ayati Al-Ahkam min Al-Qur'an
Ayat-ayat dalam al-Qur'an yang menggunakan gramatika bahasa secara kiasan atau dalam uslu>b ‘ulu>m al-Qur’a>n disebut dengan Mazazi/Metafora. Dengan demikian, ayat-ayat dalam al-Qur’an dapat diinterpretasikan secara metaforis atau secara alegoris, karena menilik ayat al- Qur’an yang menggunakan bahasa simbolik, sehingga suatu ayat tidak dapat dimaknai dengan bgeitu saja secara harfiah, penafsiran secara alegoris merujuk pada rumpun keilmuan ‘ulu>m al-Qur’a>n dan ilmu bala>ghah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana konsep penafsiran alegoris secara umu yang terdapat pada al-Qur’an ? (2) Bagaimana penafsiran ayat-ayat alegoris perspektif ali Ash-Shabuni dalam tafsir Rawa>i’ul Baya>n ? Adapun tujuan masalahnya adalah: (1) Mengetahui konsep alegoris dalam Al-Qur’an. (2) Mengetahui penafsiran syeikh ali Ash-Shabuni terhadapan ayat-ayat alegoris dalam tafsir Rawa>i’ul Baya>n. Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Metode ini bertujuan untuk mengumpulkan perpustakaan, seperti buku, jurnal bahkan artikel yang berkaitan dengan pembahasan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik. Adapun sumber primer pada penelitian ini yaitu Kitab Tafsir Rawa>i’ul Baya>n Fi> Tafsi>ri Ati al-Ahka>m Min al-Qur’a>n kemudian data tersebut dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang lingkup penafsiran alegoris terhadap ayat al-Qur’an merupakan cakupan dari penafsiran sufistik yang memiliki metode dengan proses mentakwilan ayat-ayat al-Qur’an dengan membedah sisi metaforis terhadap ayat al-Qur’an. Dalam tafsir Rawa>i’ul baya>n syaikh ali ash-shabuni menafsirkan tiga ayat al-Qur’an yang mengandung pemaknaan alegoris yaitu: Surat al-Baqarah ayat 196, pada lafadz احصرتم ditafsirkan sebagai pengepungan karena terkendala oleh sesuatu bukan karna pengepungan musuh. Surat al-Baqarah ayat 223, pada lafadz حرث ditafsirkan oleh ali ash-shabuni yaitu seorang suami diperintahkan untuk mendatangi seorang istri dengan rencana untuk mengolahnya seperti tanah yang subur agar ditanamkan sebuah benih. Surat an-Nisa ayat 43, pada lafadz لا مستم النساء ditafsirkan sebagai bersetubuh antara suami dan istri.
Mohamad Maulana - Personal Name
SKRIPSI IAT 649
2x1.31
Text
Indonesia
2024
serang
xix + 91 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







