<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30215">
<titleInfo>
<title>Studi Living Qur'an dalam Tradisi Air Purnama di Desa Lontar Tirtayasa, Kabupaten Serang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sulistiawati Taning Asih</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxv + 92 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena Living Qur’an di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang Banten yakni Tradisi Air Purnama. Tradisi ini merupakan salah satu ritual keagaman yang dilakukan oleh masyarakat Lontar yang secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai ritual yang bertujuan untuk menentramkan hati (padang ati). Dalam tradisi ini, ayat-ayat al-Qur'an dijadikan sebagai media penyembuhan atau pegobatan (syifa’) dan air sebagai medianya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana masyarakat merepsikan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari mereka, dimana dalam beberapa budaya atau tradisi yang ada di Indonesia mengkontekstualisasikan ayat-ayat tertentu sebagai bentuk akulturasi antara budaya Islam dengan budaya Indonesia. Permasalahan tentu akan sangat menarik untuk dibahas karena masyarakat Indonesia sampai saat ini masih sangat kental akan tradisi-tradisi yang menyatakan bahwa al-Qur’an adalah salah satu bentuk ijtihad atau media pengobatan semisal dengan ruqyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses dan praktik tradisi air purnama, dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap tradisi air purnama. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah penelitian entografi dengan teori resepsi al-Qur’an yang dikembangkan oleh Ahmad Rafiq dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh kunci, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya ada tiga bentuk resepsi masyarakat terhadap tradisi air purnama. Pertama, kepercayaan bahwa air merupakan bentuk Rahmat dari Allah swt. terlebih air yang telah didoakan dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai gangguan atau penyakit. Kedua, kepercayaan bahwa al-Qur’an merupakan media penyembuhan (syifa’) baik penyakit yang bersifat medis maupun non medis metode penyembuhan ini umumnya disebut dengan ruqyah. Dan ketiga, Kepercayaan bahwa pulan purnama memiliki keistimewaan. Maka dari itu, tradisi ini dilakukan di waktu malam jumat tepat pada tanggal 14 bulan hijriah, dan tepat ketika bulan purnama muncul.</note>
<classification>2x1.46</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 642</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 642</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 642</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30215</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 10:32:24</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 10:32:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>