<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30214">
<titleInfo>
<title>Relasi Makna An-Nisa, Al-Mar'ah dan Al-Unsa (Kajian terhadap Semiotika Linguistik Roman Jakobson)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fizli Aulia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 81 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Al-Qur’an menyebutkan kata perempuan dengan berbagai macam term seperti An-Nisā’, Al-Mar’ah dan Al-Unṡa. Hal ini memberikan pengetahuan yang baik betapa diperhatikannya perempuan dalam Islam. Beberapa metode penafsiran mengenai kata perempuan dalam Al-Qur’an telah dilakukan baik dilihat dari segi bahasa maupun konteks sosial. Namun pemahaman mengenai interpretasi ayat sering kali berbeda, hal ini dikarenakan oleh faktor teologis masing-masing. Dengan demikian diperlukannya lagi pembacaan ulang menggunakan berbagai pendekatan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji makna An-Nisā’, Al-Mar’ah dan Al-Unṡa terhadap analisis teori semiotika Roman Jakobson. Dalam skripsi ini beberapa hal yang akan dibahas adalah relasi makna An-Nisā’, Al-Mar’ah dan Al-Unṡa dalam Al-Qur’an ? serta penerapan teori semiotika linguistik Roman Jakobson terhadap makna An-Nisā’, Al-Mar’ah dan Al-Unṡa dalam konteks kekinian?. Skripsi ini bertujuan untuk memahami makna An-nisa, Al-mar’ah dan Al-Unṡa dengan menggunkan pendekatan baru yaitu semiotika, sehingga dapat memahami ayat sesuai konteks dan kondisi masyarakat. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat content analysis (analisis isi). Analisis isi merupakan teknik untuk mengumpulkan dan menganalisis teks baik dari sumber primer maupun sekunder, lalu dijabarkan secara dekriptif. Hasil dari skripsi ini, sebagai berikut: Al-Qur’an memaknai kata An Nisā’, Al-Mar’ah dan Al-Unṡa sebagai perempuan dengan konteks yang berbeda, sehingga menghasilkan: 1) Kata An-Nisā’ disebutkan untuk menjelaskan perempuan dalam konteks sosial dan istri secara umum. 2) Kata Al-Mar’ah dalam Al-Qur’an banyak digunakan pada perempuan yang sudah menginjak kedewasaan dan kematangan dan perempuan yang berstatus istri. Al-Qur’an menyebutkan istri para nabi dengan sebutan Al-Mar’ah atau Imro’ah. 3) Kata Al-Unṡa Al-Qur’an menyebutkannya secara general, dan kata ini lebih berorientasi pada biologis, baik itu perempuan dewasa maupun kecil.</note>
<classification>2x1.2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 643</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 643</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 643</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30214</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 10:27:35</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 10:28:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>