<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30205">
<titleInfo>
<title>Representasi Hidup Mualaf dalam Film Merindu Cahaya De Amstel (Analisis Semiotika Roland Barthes)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fairuzah Ianatut Dhuhri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 83 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dakwah selama ini diidentikkan dengan ceramah melalui media lisan (dakwah bil lisan). Namun demikian, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, media teknologi seperti film segera menggesernya. Perkembangan komunikasi massa yang sangat panjang terkhusus di dalam dunia perfilm membuat banyak orang tertarik dengan sajian perfilman yang cukup menarik dan juga efektif. Film adalah salah satu alat da'wah yang sangat baik. Terdapat berbagai macam unsur didalamnya seperti mendengar, melihat dan merasakan sekaligus merupakan hal yang sangat mudah bagi penonton untuk menghayat jalan certianya, Film ini berhasil menyampaikan pesan-pesan dakwah tentang perjalanan spiritual dan pencarian makna hidup melalui karakter-karakter utamanya, khususnya dalam konteks konversi ke agama Islam dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan identitas keagamaan. Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimana pesan dakwah yang terkandung di film Merindu Cahaya De Amstel, bagaimana representasi hidup mualaf pada film Merindu Cahaya De Amstel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini menggunakan kombinasi teknik dokumentasi dan studi pustaka (literature research) dalam mengumpulkan data. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data primer berupa teks media, sedangkan studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data sekunder berupa sumber-sumber literatur pendukung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa film &#34;Merindu Cahaya de Amstel&#34; adalah film mengandung pesan moral yang terkait dengan toleransi, yaitu menerima perbedaan. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis elemen-elemen moral dalam film.</note>
<classification>2x3.13</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1061</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1061</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1061</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30205</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 09:53:24</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 09:53:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>