Detail Cantuman Kembali

XML

Relevansi Penafsiran Sya’rawi terhadap Eksistensi Muslimah dalam Media Sosial TikTok


Umat Islam, khususnya perempuan muslim, menghadapi fenomena meningkatnya popularitas aplikasi TikTok seiring dengan tantangan modernitas barat. Media sosial telah muncul sebagai komponen yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, memfasilitasi interaksi dan menyediakan konten. Aplikasi-aplikasi tersebut kini sudah tersedia karena kemajuan teknologi informasi, khususnya yang berkaitan dengan kecepatan akses internet. Ketika umat Islam menghadapi tantangan modernitas barat, penggunaan aplikasi TikTok yang semakin lazim muncul sebagai sebuah fenomena, khususnya bagi perempuan Muslim. Karena konten dan interaksi yang disediakannya, media sosial telah menjadi komponen yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama selama pandemi Covid-19. Kemajuan teknologi informasi, khususnya yang berkaitan dengan laju akses internet, telah memperluas potensi penerapan aplikasi-aplikasi tersebut secara signifikan. Dalam doktrin Islam, Allah menetapkan pembatasan ketat terhadap wilayah intim perempuan untuk menjaga martabat mereka dan mencegah fitnah. Dalam surat an-Nu>r ayat 31, menutup aurat wanita saat bersama orang yang bukan mahram. Mengakui dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral dan kehinaan di hadapan Allah merupakan landasan fundamental bagi perempuan muslim yang ingin mengarungi dunia digital. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana analisis eksistensi muslimah dalam media sosial TikTok? 2) Bagaimana analisis penafsiran penafsiran asy-Sya’ra>wi terhadap eksistensi muslimah dalam kitab tafsir Wa Khawa>tir al-Ima>m karya Syaikh Muhammad Mutawalli> asy-Sya’ra>wi? Adapun tujuan dari skripsi ini adalah : 1) Mengetahui analisis eksistensi wanita muslimah terhadap penggunaan media sosial TikTok. 2) Mengetahui analisis penafsiran asy sya’rawi tentang teori dan metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan library reseach, yaitu peneliti menggunakan bahan pustaka sebagai sumber data utama nya dan menggunakan konsep para ahli terdahulu dengan berlandaskan pada kualitas data-data yang telah dianalisis dan diuraikan secara sistematis. Adapun metode yang digunakan penulis dalam bentuk tafsir tematik yang temanya tidak ada dalam al-qur’an, tetapi ada dalam masyarakat. Dari metode tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa perempuan muslimah dapat menjaga kehormatannya dan menutup aurat. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki sudut pandang al-Qur’an, dengan fokus khusus pada penafsiran Wa Khawa>tir al-Ima>m oleh Syaikh Muhammad Mutawalli Asy Sya’ra>wi>, guna menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan yang dihadapi perempuan muslim ketika beraktivitas menggunakan aplikasi TikTok. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan dan wawasan konstruktif bagi perempuan muslim mengenai penggunaan media sosial yang lebih bijaksana.
Desi Fitriyasih - Personal Name
SKRIPSI IAT 648
2x0.092
Text
Indonesia
2024
serang
xxi + 104 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...