<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30135">
<titleInfo>
<title>Identifikasi Bidang Gelincir pada Daerah Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sakhiri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 77 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cilowong Kota Serang setiap tahunnya mengalami bencana tanah longsor. Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu adanya bidang gelincir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi bidang gelincir dan struktur lapisan bawah permukaan bumi di TPSA Cilowong. Metode yang digunakan yaitu metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan mengunakan 2 lintasan, lintasan 1 menggunakan 2 titik sounding dan lintasan 2 menggunakan 3 titik sounding. Hasil data di lapangan diolah dengan menggunakan software IP2Win. Hasil dari penelitian ini diperoleh lapisan bawah permukaan berupa lempung, tufa dan granit. Pada lintasan 1 titik sounding 1 bidang gelincir terdapat pada kedalaman 1,20 – 2,56 m sedangkan titik sounding 2 bidang gelincir terdapat pada kedalaman 2,57 – 5,48 m. Bidang gelincir pada kedua lintasan berupa material lempung dengan nilai resistivitas antara 0,12 – 18,60 Ωm. Jenis material lempung memiliki sifat permeabilitas yang rendah sehingga air susah untuk melewati batuan ini dan mengakibatkan air menjadi jenuh. Akibat air jenuh ini mengakibatkan kestabilan pada lereng berkurang yang dapat mengakibatkan longsor. Kemudian pada lintasan 2, bidang gelincir pada titik sounding 1 terdapat pada kedalaman 1,20 – 2,56 m, pada titik sounding 2 bidang gelincir berada pada kedalaman 5,45 – 11,49 m, dan pada titik sounding 3 bidang gelincir berada pada kedalaman 5,48 – 11,70 m. Jenis longsoran yang terdapat pada lintasan 1 dan lintasan 2 berupa longsoran translasi karena pada daerah penelitian permukaan tanah memiliki topografi berbentuk gelombang landai.</note>
<classification>551.302</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 041</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 041</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 041</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30135</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 13:52:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 13:52:28</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>