Detail Cantuman Kembali
Penerapan Latihan Muhadharah dalam Melatih Mentalitas Santri (Studi Deskriptif di Pondok Pesantren Al-Mustajib Madarijul Ulum Kota Serang Banten)
Penelitian ini membahas terkait penerapan kegiatan muhadharah di Pondok Pesantren Al-Mustajib Madarijul Ulum sebagai salah satu kegiatan yang wajib diikuti untuk melatih mentalitas santri dalam berbicara didepan umum. Maka dari itu masih ada santri yang merasa tidak percaya diri dalam berbicara di depan umum terhadap kegiatan muhadharah. Karena kegiatan muhadharah ini juga untuk mempengaruhi mental dan keterampilan berbicara santri. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1) Bagaimana proses membentuk mentalitas santri dalam berbicara didepan umum?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana proses membentuk mentalitas santri dalam berbicara didepan umum Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Penelitian dilaksanakan pada 20 Mei 2024 hingga 19 September 2024, dengan jumlah informan dalam penelitian ini adalah 8 orang di antaranya pimpinan Pondok Pesantren Al Mustajib Madarijul Ulum, Pengurus Muhadharah, dan petugas Master of Ceremony dan petugas Ceramah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) proses membentuk santri Proses membentuk mentalitas santri dalam berbicara didepan umum salah satu pendukungnya adalah petugas muhadaharah melakukan latihan secara rutin baik latihan didepan cermin, latihan sendiri maupun latihan dikamar dengan ketua kamar. Hal ini agar santri sudah terbiasa berbicara didepan umum, membentuk mental santri agar berani dan tidak demam panggung. Selanjutnya adalah dengan menyiapkan rangkaian acara muhadharah yang relevan dari pengurus muhadharah bagi seorang master of ceremony. Adapun untuk seorang ceramah adalah menyiapkan materi yang akan disampaikan pada saat kegiatan muhadharah agar apa yang disampaikannya bisa didengar oleh mad’u dan penyampaiannya tidak monoton, memaksimalkan waktunya yaitu selama 7 menit untuk ceramah. Maka dengan adanya proses membentuk mentalitas santri tersebut maka santri akan terbiasa dalam berbicara didepan umum, mempunyai keberanian dan juga keterampilan yang bagus dalam berbicara didepan umum.
Siti Farhatuzzahra - Personal Name
SKRIPSI KPI 1093
2x7.34
Text
Indonesia
2024
serang
xvi + 86 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







