<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30085">
<titleInfo>
<title>Fenologi dan Biologi Reproduksi Hibiscus spp., di Kebun Raya Cibodas</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Azmi Nur Fauziyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 62 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini membahas kurangnya pemahaman mengenai mekanisme reproduksi spesies Hibiscus di Kebun Raya Cibodas, khususnya viabilitas polen, reseptivitas stigma, serta pengaruh faktor lingkungan terhadap fenologi bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenologi dan biologi reproduksi empat spesies Hibiscus, yaitu Hibiscus calyphyllus, Hibiscus rosa-sinensis, Hibiscus indicus, dan Hibiscus radiatus. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan untuk menganalisis tahapan fenologi bunga dan pengambilan data morfologi organ reproduksi, serta analisis laboratorium untuk uji viabilitas polen menggunakan larutan I2KI dan oceto-orcein, dan uji reseptivitas stigma dengan larutan H₂O₂ 3%. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA satu arah untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antarspesies pada parameter fenologi dan viabilitas polen. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p &#60; 0,05) pada viabilitas polen antar spesies, dengan Hibiscus rosa-sinensis memiliki viabilitas tertinggi (85%) dibandingkan Hibiscus radiatus yang terendah (52%), yang diduga disebabkan oleh variasi ketebalan eksin. Faktor lingkungan, seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya, juga mempengaruhi perkembangan fenologi bunga dan viabilitas polen secara signifikan. Reseptivitas stigma meningkat setelah perlakuan dengan H₂O₂, yang mendukung keberhasilan penyerbukan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pemuliaan tanaman serta upaya konservasi keanekaragaman hayati, khususnya pada spesies Hibiscus di Kebun Raya Cibodas.</note>
<classification>583.2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 050</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 050</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 050</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30085</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-06 14:22:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-12 13:58:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>