Detail Cantuman Kembali

XML

Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Role Playing untuk Kedisiplinan Santri Broken Home di Pondok Pesantren Al-Ishlah Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang


Kedisiplinan adalah suatu sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan terhadap peraturan, tata tertib, norma-norma yang berlaku baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Pembentukan sikap atau perilaku pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah keluarga. Baik buruknya hubungan orang tua dengan anak memberikan dampak dan pengaruh tersendiri pada tumbuh kembang sikap dan psikologi anak. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) bagaimana kondisi kedisiplinan santri broken home? 2) bagaimana penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kedisiplinan santri broken home? 3) bagaimana hasil dari layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kedisiplinan santri broken home?. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui kondisi kedisiplinan santri broken home, 2) untuk mengetahui penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kedisiplinan santri broken home, 3) untuk mengetahui hasil penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kedisiplinan santri broken home. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Layanan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) Kondisi kedisiplinan yang dialami oleh YA, MA, AF, IL dan MN yaitu seperti bangun siang, sering tidak mengikuti sholat berjamaah atau melaksanakan sholat tidak tepat waktu, membuang sampah sembarangan, sering malas mengikuti kegiatan yang ada di Pondok/ di Sekolah, kabur dari Pondok Pesantren tanpa izin, tidak mengerjakan tugas, tidur pada saat jam pelajaran, telat masuk sekolah dan tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran. 2) Penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kedisiplinan santri broken home bertujuan agar santri memiliki kedisiplinan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Proses pelaksanaan bimbingan kelompok dilakukan secara tatap muka, dengan waktu dan tempat yang telah disepakati bersama. Pertama dilakukan tahap observasi, kemudian tahap wawancara. Tahap selanjutnya yaitu proses layanan bimbingan kelompok yang dilakukan secara kelompok antara peniliti dan responden dengan menggunakan teknik role playing sebagai upaya bantuan untuk pemecahan masalahnya. 3) Hasil layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi kedisiplinan santri broken home adalah responden mendapatkan perubahan pada perilaku disiplin. Responden sadar ketika ia menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah harus mentaati peraturan-peraturan yang ada. Responden menyadari akan tanggung jawabnya pada diri sendiri dan pendidikannya. Responden menyadari akan kewajibannya sebagai santri dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Al-Ishlah.
SKRIPSI BKI 1093
371.4
Text
Indonesia
2024
serang
xiv + 112 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...