<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30013">
<titleInfo>
<title>Pertumbuhan dan Respons Fisiologi Bibit Sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb.) pada Berbagai Tingkat Ketersediaan Air pada Awal Fase Tumbuh di Tanah Kambisol</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Khazinul Fikri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 66 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb.) merupakan tanaman berkayu yang memiliki harga jual tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perlakuan interval penyiraman terhadap ketersediaan air di dalam tanah, menginvestigasi pengaruh ketersediaan air di dalam tanah terhadap pertumbuhan, respons fisiologi dan hasil fotosintat, serta menganalisis korelasi antara kadar klorofil, pertumbuhan dan biomassa bibit sonokeling. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketersediaan air didalam tanah mengalami penurunan akibat semakin lama waktu penyiraman (100% KL menjadi 21% KL). Pertumbuhan, respons fisiologi dan hasil fotosintat bibit sonokeling mengalami variasi akibat dari perbedaan tingkat ketersediaan air. Perlakuan penyiraman 4 hari sekali memperoleh pertumbuhan yang optimal pada tinggi tanaman (9.65 cm), panjang daun majemuk (4.65 cm) dan luas anak daun (14.97 cm), sedangkan penyiraman setiap hari memperoleh hasil pertumbuhan yang optimal pada diameter batang (0.115 cm), jumlah daun majemuk (3 daun majemuk) dan jumlah anak daun (19 helai) bibit sonokeling. Kadar klorofil tertinggi diperoleh pada perlakuan penyiraman setiap hari (34.40 CCI) dan WUE tertinggi pada perlakuan penyiraman hanya sekali setelah tanam (0.0038 μm CO2/μm H2O). Bobot kering tajuk dan bobot kering total paling optimal diperoleh pada perlakuan penyiraman setiap hari (4.165 g dan 6.375 g), root-shoot ratio memperoleh hasil paling optimal pada perlakuan penyiraman hanya sekali setelah tanam (2.249) dan panjang akar paling optimal didapatkan dari penyiraman 3 minggu sekali (17.3 cm). Korelasi antara kandungan klorofil daun dengan parameter pertumbuhan dan biomassa bibit sonokeling memperoleh variasi korelasi mulai dari berkorelasi sangat rendah, rendah, sedang dan kuat.</note>
<classification>582.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 045</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 045</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 045</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30013</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-25 15:14:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-25 15:14:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>