Detail Cantuman Kembali
Kritik terhadap Paradigma Sosial Profetik Islam Kuntowijoyo dalam Perspektif Paradigma Shift Thomas Khun
Pemikiran mengenai integrasi ilmu di Indonesia adalah kelanjutan dari ide islamisasi ilmu pengetahuan, yang dilatar belakangi oleh sejumlah persoalan seperti sekularisasi ilmu, dikotomi pengetahuan, dan degradasi ilmu Islam di era modern. lahirnya paradigma sosial profetik Islam Kuntowijoyo pun tak lepas dari salah satu persoalan ini yakni lahir dari kekhawatirannya terhadap ilmu-ilmu sekuler – positivisme dan materialisme – yang memisahkan ilmu dan agama, yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang bersifat universal. Kuntowijoyo mengembangkan paradigma sosial profetik Islam sebagai suatu paradigma yang baru untuk menggantikan paradigma sekuler tersebut. Walaupun demikian, paradigma sosial profetik Islam Kuntowijoyo dikritik karena kekurangannya dalam merumuskan paradigma yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengkaji, mengkritisi, dan menjelaskan secara rinci paradigma sosial profetik Islam Kuntowijoyo khususnya dari sisi ontologi (basis filosofi) dan aksiologi (etika) melalui perspektif paradigm shift Thomas Kuhn terutama dengan matriks disiplinernya yang mencakup konsep: 1. Generalisasi Simbolik, 2. Bagian Metafisik dari Paradigma, 3. Nilai-nilai, 4. Contoh-contoh (Eksemplar), 5. Pengetahuan Tacit (Tersembunyi). Dengan mengacu pada rumusan masalah, 1. Apa konstruksi paradigma sosial profetik Islam yang dibangun oleh Kuntowijoyo? 2. Apa kritik terhadap konstruksi paradigma sosial profetik Islam Kuntowijoyo? 3. Apa implikasi kritik terhadap konstruksi paradigma sosial profetik Islam Kuntowijoyo dalam pengembangan ilmu sosial? Berdasarkan hasil penelitian secara seksama, penulis mengidentifikasi beberapa hal penting mengenai kelemahan gagasan Kuntowijoyo, salah satunya adalah ketiadaan konsepsi tentang paradigma, yang merupakan struktur cara berpikir berdasarkan kaitan antar bagian elemennya. Terutama yang membahas pengetahuan yang implisit dan nilai. Berdasarkan pendekatan Filsafat ilmu yang membahas tiga ranah yaitu aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi, Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap: pengumpulan data dan pengolahan data, yang mencakup analisis data melalui proses reduksi, pengelompokan, serta interpretasi dan penarikan kesimpulan. Sebagai kontribusi dari penelitian ini semoga paradigma sosial profetik Islam Kuntowijoyo ini dapat menjadi struktur pengetahuan yang ajeg untuk kemudian membangun diatasnya pengetahuan-pengetahuan yang profetik atau menjadi jalan membentuk teori sosial integratif.
Dadang Maskur - Personal Name
TESIS SII 007
201
Text
Indonesia
2024
serang
xvi + 129 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







