Detail Cantuman Kembali

XML

Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Jual Beli Kelapa dengan Cara Taksiran (Studi Kasus di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang)


Di dalam ajaran agama Islam kegiatan jual beli itu sudah diatur oleh sistem bermuamalah, meskipun jual beli pada umumnya itu ruang lingkupnya sangatlah luas. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT namun harus berlandaskan pada syariat agama Islam. Transaksi jual beli tidak selamanya lancar sesuai dengan ajaran agama Islam akan tetapi semakin berkembang dari waktu ke waktu, seperti adanya jual beli kelapa yang penghitungan buah kelapa tiga dihitung dua berdasarkan ukuran kepalan tangan yang dilakukan oleh pengepul (toke). Jadi masalah utama pada penelitian ini ialah cara pengukuran buah kelapa yang dilakukan oleh pengepul (toke) berdasarkan kepalan tangan yang terjadi di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan dari latar belakang di atas perumusan masalahnya ialah: 1) Bagaimana praktek jual beli buah kelapa tiga hitung dua di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang. 2) Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang pelaksanaan jual beli buah kelapa tiga hitung dua di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah 1) Untuk mengetahui praktek jual beli buah kelapa tiga hitung dua di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang. 2) Untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang pelaksanaan jual beli buah kelapa tiga hitung dua di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang. Metode penelitian ini mengunakan metode kualitatif ialah penelitian lapangan, dengan menganalisis sumber data primer yang diperoleh dari penelitian wawancara kepada masyarakat yang menjual buah kelapanya kepada pengepul (toke) atau wawancara kepada pengepul (toke) yang ada di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang, data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, data-data yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisa kualitatif dan bersifat induktif. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini ialah 1) Pelaksanaan jual beli buah kelapa yang dilakukan dengan cara penghitungan jual beli buah kelapa berdasarkan kepalan kedua tangan dan dengan cara penghitungan buah kelapa dan dalam cara penghitungan buah kelapa yang dengan cara penghitungan tiga buah kelapa menjadi dua buah kelapa. 2) pelaksanaan jual beli buah kelapa dalam hukum ekonomi Islam tidak memenuhi unsur syarat objek jual beli ialah dapat diketahui jumlah dan takaran juga dapat digolongkan dalam jual beli yang gharar (jual beli yang masih terdapat ketidak pastian).
Inggrit Surya Nuriksan - Personal Name
SKRIPSI HES 847
2x4.21
Text
Indonesia
2023
serang
xiii + 95 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...