Detail Cantuman Kembali

XML

Manajemen Keuangan Pondok Pesantren dalam Pemenuhan Kebutuhan Operasional Lembaga (Studi Perbandingan di Pondok Pesantren Al-Qudsu Sajira dan Pondok Pesantren Darul Ihsan Walantaka)


Pondok pesantren memainkan peran penting dalam pendidikan
agama dan pembentukan karakter moral di masyarakat. Namun, mereka
sering menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan akibat
kebutuhan operasional yang kompleks, ketergantungan pada donasi
tidak menentu, serta minimnya diversifikasi pendapatan. Oleh karena
itu, manajemen keuangan yang baik diperlukan agar pondok pesantren
dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada
Pondok Pesantren Al-Qudsu Sajira yang menerapkan pendidikan gratis
dan Pondok Pesantren Darul Ihsan Walantaka yang berbayar.
Tujuannya adalah untuk menggali manajemen keuangan di kedua
pondok dan membandingkan kelebihan serta kekurangannya dalam
memenuhi kebutuhan operasional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data tentang 1)
Bagaimana manajemen keuangan Pondok Pesantren Al-Qudsu Sajira.
2) Bagaimana manajemen keuangan Pondok Pesantren Darul Ihsan
Walantaka. 3) Bagaimana perbandingan kelebihan dan kekurangan
manajemen keuangan kedua pondok tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Manajemen keuangan
Pondok Pesantren Al-Qudsu sajira :Perencanaan keuangan (Identifikasi
kebutuhan dan sumber pendapatan pondok, menetukan periode
anggaran, menyusun rincian anggaran, proyeksi pendapatan, pengajuan
dan persetujuan RAB). Pengorganisasian manajemen keuangan
(pengelompokkan jenis pengeluaran, pengelompokkan jenis
pemasukan, penugasan pembimbing unit usaha). Pelaksanaan
manajemen keuangan berdasarkan RAB yang telah disusun.
Mekanisme Evaluasi dan pengawasan (Pemeriksaan rutin, pelaporan
keuangan berkala, pengauditan, review kinerja dan feedback). 2)
Manajemen keuangan Pondok Pesantren Darul Ihsan: Perencanaan
keuangan (Identifikasi kebutuhan, identifikasi pendapatan, penyusunan
kebijakan pondok, menginformasikan kebijakan). Pengorganisasian
manajemen keuangan (Membagi kebutuhan berdasarkan prioritas,
mengelompokkan pendapatan dan pengeluaran). Pelaksanaan
manajemen keuangan pondok yang di kontrol penuh oleh pimpinan dan
bendahara. Evaluasi keuangan (Pengumpulan data keuangan, analisis
kinerja keuangan, indentifikasi masalah dan tantangan, diskusi internal,
pengambilan keputusan atau tindakan). 3) Melalui analisis mendalam,
ada beberapa perbedaan yang signifikan antara Pondok Pesantren Al-Qudsu Sajira dan Pondok Pesantren Darul Ihsan Walantak diantaranya:
Gaya kepemimpinan, Sumber pendapatan, Pengelolaan dana,
Pengawasan dan Akuntabilitas, Partisipasi wali santri dan masyarakat,
Kemandirian keuangan serta Keberlanjutan keuangan.
TESIS MPI 262
2x7.34
Text
Indonesia
2024
serang
xix + 239 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...