<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29861">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Harga Saham Sektor Energi pada Indeks Saham Syariah Indonesia Tahun 2019-2023</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AFIYAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix + 131 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Indeks saham syariah dipengaruhi oleh faktor makro seperti inflasi, sertifikasi bank Indonesia syariah, jumlah uang beredar dan nilai tukar Rupiah. Kestabilan ekonomi dapat menarik minat masyarakat untuk berinvestasi dalam jangka panjang pada pasar modal. Inflasi tinggi akan memperlambat harga saham, nilai tukar Rupiah yang melemah akan menurunkan harga saham serta meningkatnya jumlah uang beredar akan membuat harga saham menjadi positif. Inflasi, nilai tukar Rupiah dan jumlah uang beredar mengalami fluktuatif dari tahun 2019 hingga 2023 yang disebabkan oleh tidak seimbangnya pemulihan pandemi Covid-19 dan rantai pasokan global karena adanya perang Rusia dan Ukraina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jangka panjang dan jangka pendek serta hubungan kausalitas variabel inflasi, nilai tukar Rupiah dan jumlah uang beredar terhadap harga saham.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang berbentuk data bulanan time series yaitu inflasi, nilai tukar Rupiah dan jumlah uang beredar bersumber dari website www.bi.go.id, serta data harga saham sektor energi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) www.idx.co.id dengan analisis VECM (Vector Error Correction Model). Hasil penelitian ini adalah inflasi dalam jangka panjang berpengaruh signifikan dan jangka pendek tidak berpengaruh terhadap harga saham, nilai tukar Rupiah dalam jangka panjang dan pendek tidak berpengaruh terhadap harga saham, jumlah uang beredar dalam jangka panjang berpengaruh signifikan dan jangka pendek tidak berpengaruh terhadap harga saham serta hasil kausalitas granger variabel inflasi memiliki hubungan dua arah terhadap harga saham sedangkan variabel nilai tukar Rupiah terdapat hubungan satu arah dan jumlah uang beredar terdapat hubungan dua arah dengan harga saham.</note>
<classification>332</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS ES 121</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS ES 121</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS ES 121</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29861</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-06 11:22:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-06 11:22:29</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>